Nurmahmudi Usul Pasar Tradisional Dilarang di Jakarta

Nurmahmudi Usul Pasar Tradisional Dilarang di Jakarta

- detikNews
Sabtu, 25 Feb 2006 15:51 WIB
Jakarta - Wacana pro kontra konsep megapolitan terus bergulir. Jika terwujud, Walikota Depok Nurmahmudi Ismail mengusulkan agar pasar tradisional dihapus dari Jakarta. Walah!!"Industri yang membuat limbah seperti agroindustri unggas, rumah potong dan pasar tradisional perlu ditiadakan di Jakarta," ujar Nurmahmudi saat berbicara dalam diskusi bertajuk "Menggagas megapolitan yang berkeadilan" di Gedung Graha Pena, Jl Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (25/2/2006).Ia berpendapat agar lokasi industri yang menghasilkan limbah itu dipindah ke daerah penyangga ibukota. Sedangkan industri yang tidak menghasilkan limbah seperti assembling (perakitan) masih diperkenankan beroperasi di Jakarta. "Yang jelas, pembuangan sampah dan limbah dari Jakarta tidak boleh dibuang ke daerah penyangga tetapi harus ada tempat pengolahan sendiri di dalam kota," cetusnya.Tidak hanya itu, Nurmahmudi mengusulkan agar daerah penyangga diberi anggaran DAU spesial yakni 5 kali lipat dari rumus nasional. Hal ini sebagai bentuk penghargaan untuk daerah yang ada di sekitar ibukota. "Kalau ibukota spesial tentu daerah penyangganya juga harus diberi special treatment," harap bekas Presiden Partai Keadilan ini.Menurutnya, Depok sudah siap menjadi daerah pendukung megapolitan. Sejumlah prasarana dan sarana guna menyongsong konsep yang diusulkan Gubernur DKI Sutiyoso itu sudah disiapkan. "Kalau sudah terbentuk maka megapolitan yang dibangun harus berkeadilan, tidak hanya bagi pusat tetapi juga daerah pendukungnya," kata mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan ini. (ton/)


Berita Terkait