BLK Samarinda Dorong Pelaku Industri Ciptakan Tenaga Kerja Handal

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 19:10 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta - Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda bersama Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Kerja Industri Daerah (FKLPID) Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi bersama pelaku industri di Gedung Aula BLK Samarinda, Kamis (25/2).

Adapun rakor bertema 'Membangun Kemitraan Dengan Industri Dalam Pengembangan Pelatihan dan Penempatan Kerja' ini digelar untuk meningkatkan kemitraan BLK dengan dunia industri dalam mengembangkan pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, mengatakan angkatan kerja saat ini sedang menghadapi tiga tantangan ketenagakerjaan yakni bonus demografi, revolusi industri, dan dampak pandemi COVID-19. Menurutnya, tantangan tersebut mengharuskan manusia bersaing baik dengan sesama manusia maupun dengan teknologi.

"Tingkat persaingan manusia semakin tinggi karena tuntutannya harus mampu menguasai teknologi sebagai sarana dasar dalam melakukan kerja-kerja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/2/2021).

Oleh karena itu Caswiyono menyampaikan lembaga pelatihan vokasi perlu bersinergi dengan dunia usaha/industri. Hal ini guna mewujudkan pelatihan yang berkualitas dan sesuai dengan perkembangan dunia usaha/industri.

"Saya juga berharap agar melalui rapat koordinasi ini, nantinya terjadi sinergitas antara BLK Samarinda dan dunia industri. Bagi BLK Samarinda sendiri, perlu melakukan penyesuaian kurikulum berdasarkan kebutuhan industri sehingga lulusannya benar-benar siap kerja dan mampu menghadapi tiga tantangan dunia kerja saat ini," paparnya.

Di samping meningkatkan kemitraan antar BLK dan dunia industri, Kepala BLK Samarinda, Andri Susila mengatakan rakor juga bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dan kolaborasi antara industri dengan BLK Samarinda sekaligus memilih ketua baru FKLPI periode 2021-2024.

"Hal ini memungkinkan kebutuhan industri akan tenaga kerja kompeten melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK Samarinda dapat dicapai," katanya.

Andri juga menyampaikan rakor dapat menjadi wadah dalam mewujudkan link and match antara BLK Samarinda dengan dunia industri. Dengan demikian, pelatihan yang diselenggarakan BLK Samarinda dapat sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

"Target kami, para pencari kerja yang mengikuti pelatihan di BLK Samarinda, ke depannya dengan ilmu dan ketrampilan yang dimiliki, mampu menolong dirinya sendiri dan keluarganya serta berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Provinsi Kaltim," ucapnya.

Sementara itu, Ketua FKLPI periode 2019-2021, Agus Sundawiwaha, menuturkan peran aktif lembaga pelatihan yang kompeten dipelukan dalam menghadirkan tenaga kerja handal untuk memenuhi kebutuhan dunia industri atau dunia usaha.

Adapun peran tersebut tentunya juga butuh peran serta pemerintah sebagai penunjangnya.

"Hadirnya BLK Samarinda perlu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, karena di sana mereka akan dilatih menjadi terampil sehingga layak sebagai tenaga kerja handal. Sementara, tugas kami, membantu mereka agar bisa diberdayakan," tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Timur, Suroto mengatakan peningkatan sumber daya manusia menjadi hal dasar yang perlu ditingkatkan untuk menunjang kemajuan dunia industri/usaha.

Hal ini mengingat ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas mampu menjadi penunjang utama peningkatan daya saing usaha dan perekonomian nasional.

"Maka tidak diragukan lagi, jika lembaga pelatihan seperti BLK Samarinda memiliki peranan penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan itu juga menjadi bagian dari tugas kami Pemerintah Provinsi Kaltim," pungkasnya. (ega/ega)