SBY Dinilai 'Salah Pilih' Ketum, PD: Qodari Nggak Ngerti!

Rahel Narda - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 17:44 WIB
Politikus Partai Demokrat
Politikus Partai Demokrat, Herman Khaeron (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrat (PD) angkat bicara terkait analisis Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari yang menilai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengulangi fenomena Kongres PD tahun 2010 karena salah pilih ketua umum. Ia menilai Qodari tidak mengerti situasi internal PD yang sebenarnya.

"Qodari kan tidak mengerti kondisi sebenarnya di internal PD, hanya dengan asumsi pernyataan Aswin (Ketua Umum DPP KMD Aswin Ali Nasution) digeneralisir menjadi situasi internal PD," kata Ketua BPOKK PD Herman Khaeron kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

PD meminta agar tidak ada yang mengadu domba Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Menurut Herman, Ketum Kader Muda Demokrat Aswin Ali Nasution, yang mendorong Ibas jadi pemimpin PD, juga merupakan salah satu pemilik suara yang ikut mengaklamasi AHY sebagai Ketum PD.

"Janganlah juga mengadu domba Ketum AHY dengan Ibas, tidak etis. Aswin termasuk pemilik suara yang secara aklamasi juga memilih Ketum AHY di Kongres V Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, M Qodari memberikan analisis terkait kuatnya isu kudeta Partai Demokrat yang menyeret nama KSP Moeldoko dan Ibas. Qodari menilai fenomena Kongres PD 2010 terulang di masa kini.

Menurut Qodari, munculnya nama Ibas dalam isu kudeta mengindikasikan adanya dualisme kepemimpinan PD. Ibas, menurutnya, dinilai sebagian kader di daerah lebih cocok memimpin PD.

"Di sisi yang lain, munculnya nama Ibas sebenarnya mengindikasikan sesuatu yang saya sudah pernah sampaikan sebelumnya bahwa memang di dalam internal PD itu sendiri terjadi semacam dualisme kepemimpinan dalam pengertian bahwa ada kelompok-kelompok yang sedari awal sesungguhnya melihat bahwa yang lebih pantas, lebih cocok menjadi pimpinan PD itu adalah Ibas," kata Qodari kepada wartawan, Jumat (26/2).

Bahkan Qodari menilai eks Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) salah menganalisis keinginan para kadernya. Ia mengatakan SBY telah mengulangi fenomena Kongres PD tahun 2010.

"Jadi fenomena tahun 2010 di mana SBY salah baca terhadap dinamika internal PD itu kelihatannya terulang di tahun 2020 dan 2021 ini. Tahun 2010 Pak SBY menghendaki Andi Mallarangeng sebagai ketum, tapi yang dapat suara kan justru Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum gitu," terangnya. (hel/gbr)