Unilak Jelaskan Alasan Laporkan 4 Mahasiswa ke Polisi

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 16:49 WIB
Aksi yang digelar mahasiswa di gedunh rektorat beberapa waktu lalu
Demo mahasiswa Unilak (dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pekanbaru, melaporkan empat mahasiswanya ke polisi. Laporan disebut tidak terkait pembungkaman aksi mahasiswa.

"Perlu ditegaskan bahwa proses hukum di kepolisian tidak terkait dengan unjuk rasa menyampaikan pendapat di muka umum. Termasuk keputusan SK pemberhentian yang telah diambil oleh Universitas," tegas Kabag Humas Unilak Revnu O'Hara kepada detikcom, Jumat (26/2/2021).

Unilak memastikan tidak pernah melarang mahasiswa berunjuk rasa atau menyampaikan pendapat di muka umum di lingkungan Unilak. Bahkan keputusan pemberhentian disebut sudah melalui proses di internal Unilak.

"Ini sudah dimulai dari proses di Badan Hukum dan Etik Unilak. Ini tentu sebagai lembaga yang diberi wewenang," kata O'Hara.

Unilak kemudian memerinci aksi-aksi yang digelar para mahasiswa hingga berujung laporan ke Polresta Pekanbaru. Aksi terjadi mulai 16-18 Februari pekan lalu, namun Unilak menyebut hanya tiga mahasiswa yang dilaporkan.

"Proses hukum tiga mahasiswa diduga berkaitan dengan kejadian yang terjadi dalam rentang waktu 16-18 Februari," katanya.

Berikut perjalanan aksi insiden yang terjadi dan berujung laporan polisi versi Unilak:

1. Selasa, 16 Februari 2021 terjadi aksi degan menduduki lantai 3 gedung rektorat, tepatnya di pintu masuk ruang rektor dan mengganggu aktivitas.

2. Menduduki gedung rektorat lantai 3 yang berlangsung selama dua hari satu malam. Selama menduduki, mahasiswa tidur di kampus, tepat di depan pintu ruang rektor dan beberapa mahasiswa merokok.

3. Di saat menduduki lantai 3, pada malam harinya sekitar pukul 3 dini hari, Rabu (17/2) melakukan pembakaran ban yang hanya berjarak 5 meter dari dinding gedung rektorat dan dinilai membahayakan gedung yang mengakibatkan sejumlah tanaman mati.

4. Kamis (18/2), setelah bertemu dengan Wakil Rektor II di Aula Pustaka, sejumlah mahasiswa naik ke lantai 3. Tiba di lantai 3, langsung menendang pintu masuk ruang kerja rektor hingga rusak dan terekam CCTV.

5. Setelah masuk, salah satu mahasiswa masuk ke ruang kerja pribadi rektor dan menarik kursi rektor kemudian membuang kursi dari lantai 3 ke bawah.

6. Akibat kejadian ini, terdapat beberapa kerusakan pada fasilitas kampus. Rusaknya pintu masuk ruang rektor, ruang kerja rektor, lemari rektor, dan kursi rektor.

"Kejadian yang terjadi di atas patut diduga sebagai pelanggaran hukum dan juga pelanggaran norma dan kedisiplinan di internal Unilak. Adanya kejadian di atas menjadi pertimbangan senat Unilak untuk keluarnya SK pemberhentian," katanya.

Terakhir, kampus menilai kegiatan para mahasiswa dinilai tidak menjunjung tinggi budaya Melayu. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di Unilak.

"Unilak kampus yang menjunjung tinggi budaya Melayu dan menerapkan prinsip nilai religius, jujur, visioner, disiplin, dan bermartabat. Unilak ingin mahasiswa memiliki adab dan menjunjung sopan santun. Rektor Unilak mengajak mahasiswa lainnya untuk dapat fokus kuliah dan berprestasi," kata O'Hara.

(ras/aik)