Anggota-Keluarga hingga Sopir Divaksinasi COVID di DPR, Total Hampir 12.000

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 16:24 WIB
Indra Iskandar dilantik menjadi Sekretaris Jenderal DPR yang baru. Pelantikan dilakukan di Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/5/2018).
Foto: Sekjen DPR Indra Iskandar (Lamhot Aritonang)
Jakarta - Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menjelaskan siapa saja pihak yang menjalani vaksinasi COVID-19 di lingkungan DPR. Indra menyebut anggota DPR, keluarga, ASN, hingga sopir, yang jumlahnya hampir 12.000 jiwa divaksinasi di DPR.

"Dari seluruh yang divaksin di DPR ini tadi saya sebutkan ya unsur tenaga ahli, kemudian pengamanan dalam (pamdal), kemudian tenaga cleaning, petugas kebersihan, petugas taman, pengemudi, termasuk ASN dan keluarganya, jumlah keseluruhannya itu berkisar hampir 12.000, keseluruhannya," kata Indra saat jumpa pers di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Untuk jumlah anggota keluarga DPR, Indra menyebut sekitar 2.600 jiwa yang masuk kuota vaksinasi. Data ini berdasarkan data kependudukan perusahaan asuransi di Jasa Indonesia (Jasindo). Sementara itu, seluruh anggota DPR RI berjumlah 575 orang.

"Semuanya, kalau anggota Dewan dan keluarga berdasarkan data kependudukan yang ada di Jasindo, data resmi itu anggota keluarga sekitar 2.600," ujarnya.

Indra menargetkan seluruh anggota DPR, keluarga, ASN DPR, hingga sopir divaksin 1.500 jiwa per hari. Pada tahap pertama, ditargetnya selesai dalam 2 minggu.

"Jadi kalau kami bisa melakukan per hari itu 1.000 sampai 1.500 kami berharap itu bisa selesai sebelum 2 minggu, karena nanti pada fase kedua, pada fase booster-nya itu di minggu ke 2 itu sudah harus masuk ke tahap ke 2 sebelum 14 hari, harus sudah kami selesaikan," ucapnya.

Di hari pertama vaksinasi, masih terjadi kendala pendataan vaksinasi. Namun, di hari kedua dan ketiga mulai memenuhi target.

"Di hari pertama kemarin itu banyak data yang belum diinjek, sehingga semua yang akan dilakukan vaksin itu dilakukan verifikasi dari awal lagi, namanya, semua, alamat dan sebagainya, sehingga memakan waktu cukup lama di hari pertama, dari target kami hari pertama itu nggak sampai 500," imbuhnya.

Lihat juga Video: Pandangan Ahli Epidemiologi soal Konsep Vaksin 'Gotong Royong'

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/zak)