Masih Eksis, Perajin Bilik Bambu Bertahan di Era Modern

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 10:38 WIB
Perajin bilik bambu di Ciwidey Bandung
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Kabupaten Bandung -

Berawal dari PHK sebagai juru las di perusahaan pembuat pesawat terbang di Bandung tahun 2000, Herman Kosasih memutuskan berwirausaha menjadi perajin bilik bambu. Di tengah modernisasi bahan bangunan, usaha tersebut lantas menjadi mata pencaharian yang mampu menghidupi Herman sekeluarga.

Keterampilan memproduksi bilik bambu diperoleh Herman secara otodidak. Berawal dari mengamati kawan yang melakoni pekerjaan itu, Herman lantas mencoba hingga mahir.

Diakuinya bilik bambu tidak sepopuler material bangunan lain, seperti batu bata, hebel, atau GRC. Namun, masih ada segelintir orang yang meminati bilik bambu untuk bangunan rumah, restoran, hingga vila. Ia bercerita dulu di tempat tinggalnya Desa Sukawening, Ciwidey, Kabupaten Bandung, banyak perajin bilik bambu. Namun sekarang nyaris semuanya sudah beralih ke usaha lain.

Bahan baku bambu didapatkan Herman dari Cianjur Selatan. Bambu jenis betung dibelinya dalam ukuran meter, bukan per bilah bambu. Setiap dua pekan sekali ia mendatangkan 3.000 meter bambu untuk diolah.

"Bambu itu kemudian saya kirim ke petani untuk diolah (dibelah-belah) untuk menjadi bilik," kata Herman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Setelah itu belahan-belahan bambu diproses menjadi anyaman. Caranya, belahan bambu tersebut diserut dengan pisau tajam hingga mendapatkan bilah-bilah tipis. Proses berikutnya potongan tipis itu dianyam menjadi bilik bambu.

Ada dua jenis bilik yang diproduksi di tempat Herman. Bilik bermotif atau disebut kulit memiliki serat tebal serta anyamannya rapat. Model lainnya, yaitu bilik polos atau disebut daging, seratnya lebih tipis dan anyamannya tidak begitu rapat. Keduanya dibuat dari bambu betung, hanya berbeda serat dan kerapatan anyamannya saja.

Bilik motif digunakan untuk menjadi dinding bangunan. Selain kokoh, tampilannya lebih cantik karena memiliki pola dan dipernis. Sementara itu, bilik polos digunakan untuk menjadi pelapis konstruksi, seperti di tanggul air.

Perajin bilik bambu di Ciwidey BandungPerajin bilik bambu di Ciwidey Bandung Foto: Agung Pambudhy/detikcom

"Kalau bilik bambu yang polos itu biasa disebut daging itu harganya Rp 20 ribu. Motif itu disebut kulit harga Rp 150 ribu. Ukuran standarnya 2,5 x 2 meter, tapi kalau mau ada yang pesan ukuran berbeda bisa. Harganya beda lagi," jelas Herman.

Ia menyebut bilik bambu terbilang kokoh untuk dijadikan dinding bangunan dan umur pakainya panjang. Herman memperkirakan bilik bambu masih bagus untuk digunakan sebagai dinding rumah lebih dari 20 tahun.

"Kalau buat rumah itu kan kita perkuat lagi, dipadetin lagi (anyaman bambu) jadi lebih kokoh," terang Herman.

Keunggulan lain dari bilik bambu, yaitu mampu menghadirkan sirkulasi udara yang lebih baik ketimbang batu bata atau GRC. Rongga-rongga pada anyaman bambu mampu mengalirkan udara secara optimal. Itulah yang membuat rumah dari bilik bambu memiliki udara sejuk.

Herman mempekerjakan masyarakat di sekitar rumahnya untuk menganyam bilik bambu. Ada puluhan orang bekerja dengannya, mulai dari anak remaja sampai ibu-ibu paruh baya.

Perajin bilik bambu di Ciwidey BandungPerajin bilik bambu di Ciwidey Bandung Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Kini usaha bilik bambu Herman sudah bertahan kurang lebih 2 dekade. Dalam sepekan Herman dapat memproduksi sekitar 600 lembar bilik bambu. Terdiri dari 150 bilik motif dan 450 bilik polos. Hasil produksi itu dikirimkan ke toko-toko matrial di Karawang, Bekasi, hingga Tangerang.

Dari penjualan bilik bambu tersebut selama sepekan, Herman bisa mengantongi berkisar Rp 30 juta atau jika diakumulasi mencapai Rp 120 jutaan sebulan. Jumlah tersebut belum dipotong biaya modal bambu dan ongkos produksi.

Untuk mengembangkan usahanya, Herman terbantu dengan fasilitas KUR dari BRI. Ia mengajukan pinjaman Rp 100 juta untuk kebutuhan pengembangan usaha, antara lain membeli bahan baku, membayar biaya produksi, dan sebagainya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.

(prf/ega)