Sweeping Unggas di Banten Dimulai
Sabtu, 25 Feb 2006 11:18 WIB
Jakarta - Provinsi Banten juga termasuk daerah endemi flu burung. Untuk memberantas virus flu burung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga akan melakukan sweeping dan pemusnahan unggas. Gerakan ini dimulai hari ini. "Banten baru akan melakukan sweeping unggas pada hari ini. Pak menteri akan ke Banten siang ini dan ikut dakam gerakan pencegahan dan pemusnahan unggas-unggas di Banten," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah saat menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema 'Cegah Penyebaran Flu Burung' yang digelar di Hotel Marios Place, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2006). Riwayat flu burung di Provinsi Banten cukup mengkhawatirkan. Masyarakat yang diduga terkena flu burung cukup banyak. Berdasarkan pemeriksaan, hingga saat ini ditemukan 6 orang suspect flu burung, 3 orang probable flu burung, dan 4 orang sudah terkonfirmasi terjangkit flu burung. Sementara jumlah korban meninggal yang diduga terjangkit flu burung 9 orang. Hasil Sweeping di Jakarta Sementara itu, hasil sweeping unggas di DKI Jakarta yang dilakukan pemerintah Jumat (24/2/2006) kemarin, ditemukan 20 unggas yang positif terkena flu burung. Akibat adanya 20 unggas yang positif terjangkit flu burung, sedikitnya 580 unggas telah dimusnahkan. Informasi ini disampaikan Menteri Pertanian Anton Apriantono saat menjadi pembicara dalam diskusi yang sama. Menurut Anton, pemilik unggas yang dimusnahkan mendapatkan kompensasi Rp 10 ribu per ekor. "Jadi ini bukan ganti rugi, tapi kompensasi," ungkap dia. Anton menjelaskan, pemberantasan flu burung ini memang harus dilakukan dengan sweeping dan pemusnahan. "Untuk melakukan vaksinasi, sepertinya sudah terlalu terlambat," kata dia. Sweeping di Jakarta sendiri akan dilakukan 3 hari berturut-turut sejak Jumat (24/2/2006) kemarin. Namun, pengawasan gerakan ini akan terus dilakukan secara intensif selama 3 bulan.
(asy/)











































