Sweeping Unggas, 1Juta Ayam Batal Masuk DKI Jakarta
Sabtu, 25 Feb 2006 10:48 WIB
Jakarta -
Sweeping unggas yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresahkan peternak. Gara-gara sweeping yang dilakukan Jumat (24/2/2006) kemarin, 1 juta ayam batal masuk DKI Jakarta. Hal ini disampaikan Ketua Gabungan Asosiasi Peternakan Indonesia (GAPI) Tri Hardiyanto saat menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema 'Cegah Penyebaran Flu Burung' yang digelar di Hotel Marios Place, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2006). "Akibat sweeping kemarin, para peternak menahan memasok 1 juta ekor ayam ke DKI. Mereka takut terkena sweeping," kata Tri. Demi kelangsungan hidup para peternak yang mendasarkan hidupnya dari usaha peternakan, Tri meminta pemerintah tidak terburu-buru melakukan sweeping. Menurut dia, seharusnya pemerintah melakukan tindakan awal dengan mengkandangkan unggas-unggas terlebih dulu. "Jadi, biar unggas tidak berkeliaran ke mana-mana, jangan langsung di-sweeping," ujar dia.Sementara di tempat yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB Heru Setyanto mendukung sikap pemerintah yang memutus mata rantai penyakit flu burung. "Saya kira pemerintah sudah bijak dalam melakukan sweeping dan pemusnahan. Sebab, flu burung ini sudah menjadi endemi," ungkap dia. Namun, dalam melakukan pemusnahan, menurut Heru, pemerintah harus memperhatikan etika hewan. "Jangan langsung dibunuh, karena unggas adalah juga makhluk Allah," kata dia. Pemusnahan unggas sebaiknya diawali dengan penyembelihan secara benar. Untuk mencegah penularan flu burung, Heru juga meminta pemerintah mengawasi lalu lintas masuknya unggas baik yang liar maupun yang tidak. Dia juga meminta pemerintah menata ulang sistem peternakan di Indonesia.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































