Sandiaga Janji Tindak Bule Pelanggar Prokes di Bali, Ancamannya Deportasi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 23:44 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno
Sandiaga Uno (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno merespons sejumlah kasus pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan wisatawan mancanegara di Bali. Sandiaga Uno mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak keimigrasian, Satpol PP, TNI, dan Polri untuk menindak jika ada bule yang melanggar protokol kesehatan.

"Kami sampaikan kepada para Dubes bahwa kita akan menindak tegas sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku mengenai 3M. Kita akan terus mensosialisasikan, setelah kita sosialisasikan kita kick off hari ini sampai 4 Maret 2021, setelah itu kita mulai melakukan monitoring dan evaluasi melibatkan pihak Keimigrasian, Satpol PP, TNI, dan Polri," kata Sandiaga.

Hal itu Sandiaga Uno katakan saat webinar dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan dan sejumlah duta negara asing dari kantornya di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Kamis (25/2/2021).

Menurut Sandiaga Uno, apabila ditemukan kembali adanya pelanggaran protokol kesehatan oleh warga negara asing (WNA), sanksi akan dibebankan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali hingga mendeportasi wisatawan mancanegara.

"Nah jika ada pelanggaran, kita akan memberikan peringatan pertama sesuai dengan Pergub Bali, namun jika ada turis mancanegara masih terus membandel akan dideportasi," tegasnya.

Bersamaan dengan penegakan protokol kesehatan, Sandiaga Uno berharap program vaksinasi COVID-19 bagi 13.000 pekerja dari parekraf di Bali dapat berjalan mulus. Dirinya meyakini bahwa vaksinasi COVID dapat menjadi pilar yang menyempurnakan protokol kesehatan 3M dan 3T.

"Kita berharap bahwa ini akan menambah tingkat keamanan dan kenyamanan dari wisatawan yang hadir di Bali," imbuhnya.

Vaksinasi COVID-19 bagi pekerja parekraf di Bali sejalan dengan program Free Covid Corridor yang tengah dikebutnya bersama sejumlah stakeholder saat ini. Program yang kini tengah dibahas dan difinalisasi tersebut diharapkannya dapat menyelamatkan lebih dari 34 juta lapangan kerja di sektor parekraf seluruh Indonesia, khususnya di Bali.

"Kita harus mengantisipasi bagaimana dengan ketersediaan vaksinasi ini di lima destinasi yang akan menjadi basis Free Covid Corridor, yaitu Nusa Dua, Sanur, Kuta, Ubud, dan juga Nusa Penida," papar Sandiaga.

Lewat Free Covid Corridor tersebut, lanjutnya, sejumlah langkah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi pun telah disusunnya saat ini. Seperti program Vaccine Based Tourism, program Long Trem Visa maupun Work From Destination, ataupun School From Destination di Bali.

"Lewat kolaborasi yang kolosal bersama pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, kita harapkan tercipta pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan," tutupnya

(isa/isa)