Penembakan di Cengkareng, NasDem Minta Polri Disiplinkan-Bina Anggota

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 20:45 WIB
Taufik Basari
Taufik Basari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Seorang oknum polisi Bripka CS melakukan penembakan terhadap 4 orang sehingga menewaskan seorang anggota TNI di kafe wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. NasDem meminta Polri mengusut tuntas kasus ini secara transparan.

"Mengapresiasi langkah cepat kepolisian mengambil tindakan terhadap oknum tersebut. Saya meminta segera proses dengan transparan," kata Ketua DPP Partai NasDem, Taufik Basari, saat dihubungi, Kamis (25/2/2021).

Anggota Komisi III DPR RI ini mendesak Polri jangan sampai kejadian serupa terulang. Dia meminta Polri lebih mendisiplinkan dan mengawasi seluruh anggota kepolisian.

"Belajar dari peristiwa ini, saya meminta pihak Polri lebih mendisiplinkan anggotanya dengan melakukan pengawasan dan pembinaan yang ketat," ucapnya.

Tak hanya itu, Taufik meminta Polri menyusun langkah evaluasi psikologi bagi seluruh anggota Polri. Khususnya, kata dia, anggota yang diberi kewenangan memegang senjata api.

"Polri perlu menyusun langkah-langkah ketidakberulangan peristiwa serupa dengan membangun mekanisme evaluasi psikologi bagi para personelnya agar tidak terdapat penyalahgunaan senjata api seperti ini," ujarnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap motif penembakan di Cengkareng yang dilakukan oknum polisi Bripka CS. Bripka CS diduga melakukan penembakan karena tidak terima ditagih uang minuman senilai Rp 3,3 juta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap insiden penembakan di Cengkareng terjadi saat RM Cafe hendak tutup pada pukul 04.30 WIB dini hari tadi.

"Kronologis sekitar pukul 02.00 tersangka CS ke TKP yang merupakan kafe, lalu melakukan kegiatan minum-minum," kata Kombes Yusri dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/2).

Kemudian, menjelang kafe tutup, terjadi percekcokan antara CS dan kasir kafe.

Saat ditanyakan apakah penembakan itu terjadi karena CS tidak terima ditagih uang minuman Rp 3,3 juta, Yusri kembali menjelaskan kronologi kejadian.

Saksikan juga 'Oknum Polisi Tembak TNI di Kafe RM, Pomdam Jaya Akan Kawal Penyidikan':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/imk)