91 Korban Dieksploitasi Seksual, KPAI Minta Ortu Awasi Penggunaan HP Saat PJJ

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 20:15 WIB
Ketua KPAI Dr Susanto MA
Foto: Dok. 20detik
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap adanya 91 korban anak di bawah menjadi korban eksploitasi seksual. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi titik rentan eksploitasi anak, sehingga orang tua perlu melakukan pengawasan dalam hal penggunaan HP.

"Ini harus jadi perhatian oleh orang tua, guru, dan aparat. Terutama PJJ (pembelajaran jarak jauh) titik rentan eksploitasi anak sangat tinggi. Perhatian orang tua dan perhatian guru jadi hal penting. Survei KPAI ada 3 sampai 5 jam anak gunakan media digital. Ini durasi yang lama jika tanpa dibarengi literasi," kata Ketua KPAI Susanto dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Sementara itu, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Nahar, menyebutkan ada kenaikan angka kekerasan terhadap anak selama pandemi. Dia menyatakan pengungkapan kasus 91 anak di bawah umur dari Polda Metro Jaya ini sebagai alarm bagi pihak-pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap perlindungan anak-anak.

Di sisi lain, terkait perlindungan 91 korban tersebut, Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta Wiwik Andayani mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan kepada para korban. Bimbingan konseling hingga rumah aman akan diberikan kepada korban selama proses penyelidikan berlangsung.

"Upaya yang dilakukan konseling, menemani ke polisi untuk penyidikan, tes psikologis, rujukan rumah aman yang di bawah kewenangan Dinsos," imbuh Wiwik.

Polda Metro Jaya membongkar prostitusi yang melibatkan 91 anak di bawah umur yang terjadi selama dua bulan terakhir. Para korban pun dijual dengan tarif mulai Rp 300 ribu.

"Para korban ini ditarif mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu lewat aplikasi MiChat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/2).

Lima belas tersangka ditangkap terkait kasus tersebut. Para pelaku ini berperan sebagai joki dalam memasarkan korbannya lewat aplikasi MiChat.

Yusri menambahkan, dalam tiap transaksi menjual korban, pelaku mendapatkan sejumlah uang yang berkisar Rp 50-100 ribu.

Hingga kini polisi masih mendalami indikasi adanya korban lain dari 15 tersangka yang telah diamankan. Sejauh ini polisi telah mendata adanya 286 korban dari para tersangka tersebut.

Dari 286 korban ini, 195 merupakan orang dewasa dengan 91 lainnya masih berstatus sebagai anak di bawah umur. (ygs/mea)