PKS Sebut Ada 3 Cacat Kunjungan Jokowi ke NTT, PPP Membela

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 16:15 WIB
Jokowi Maumere
Foto: Kerumunan warga saat Jokowi tiba di Maumere, NTT. (20detik)
Jakarta -

PKS menilai kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menimbulkan kerumunan warga menunjukkan tiga kecatatan. PPP membela Presiden Jokowi.

Kepala Staf Presiden (KSP) PKS, Pipin Sopian mengatakan Jokowi melakukan cacat dalam hal keteladanan saat memberikan souvenir kepada warga yang mengerumuninya di masa pandemi Corona. Ia pun berharap Presiden Jokowi menyampaikan permintaan maaf.

"Cacat keteladanan ditunjukkan Presiden Jokowi yang melanggar ucapannya sendiri bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Apalagi sempat-sempatnya melempar souvenir ke kerumunan massa, yang justru mengundang warga untuk berkerumun dan saling berebut souvenir sehingga melanggar protokol kesehatan," kata Pipin dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

"Tindakan beliau sangat menyakiti semua upaya penanganan Covid, terutama oleh para pekerja kesehatan. Saya mendesak Presiden Jokowi minta maaf kepada rakyat Indonesia," sambungnya.

Pipin juga melihat adanya cacat perencanaan atas kunjungan Presiden Jokowi ke Maumere. Ia mendorong agar peran KSP dan Protokol Presiden segera dievaluasi.

"Cacat perencanaan dalam kunjungan Presiden Jokowi di NTT menunjukkan kegagalan dalam mengantisipasi potensi kerumumunan yang dapat menyebarkan Covid-19. Peran KSP dan Keprotokolan Presiden perlu dievaluasi," ujarnya.

Selain itu, Pipin pun mengungkapkan adanya cacat penegakan hukum dalam kerumunan Jokowi di NTT. Ia pun berharap ada penindakan atas kejadian tersebut.

"Sampai saat ini publik belum melihat ada pihak yang diproses hukum pasca kejadian itu. Padahal nampak kasat mata pelanggarannya," ujarnya.

Pembelaan PPP ada di halaman berikutnya.

Simak juga Video: Jokowi Bakal Tambah 2 Bendungan Lagi untuk NTT

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2