Bantul Endemis Flu Burung

Bantul Endemis Flu Burung

- detikNews
Sabtu, 25 Feb 2006 01:34 WIB
Yogyakarta - Matinya ribuan ekor ayam dipeternakan dan ayam kampung di beberapa wilayah Kabupaten Bantul pada akhir Januari 2006 lalu menunjukkan Bantul menjadi daerah endemis flu burung. Namun Pemkab Bantul belum akan memusnahkan hewan unggas di wilayah yang positif terserang flu burung."Kita memang belum akan melakukan pemusnahan massal. Sebab hal itu bisa mengakibatkan gejolak di masyarakat," kata Kepala Sub Dinas Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Bantul Sri Budoyo kepada wartawan di kantor Jl Wahidin, Jumat (24/2/2006).Hanya saja kata Budoyo, bila ada yang positif terserang akan dilakukan upaya penyemprotan dengan desinfektan diwilayah yang terserang flu burung. Saat ini sudah mulai dilakukan penyemprotan di beberapa wilayah yang terserang virus.Menurut Budoyo, ribuan unggas yang mati mendadak di beberapa kecamatan Kabupaten Bantul pada akhir Januari lalu berdasarkan hasil pemeriksaan tes cepat di lapangan dan hasil pemeriksaan di laboratorium Balai Besar Penelitian Veteriner (BBPV) di Wates dinyatakan positif terjangkit virus Avian Influenza (AI).Beberapa wilayah yang terkena di antaranya di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Desa Jambidan, Banguntapan, Desa Sitimulyo, Piyungan dan Desa Wonokromo, Pleret."Karena telah menyerang di beberapa wilayah, petugas terus memantau dan melakukan penyemprotan dengan desinfektan agar tidak menyebar di daerah lain terutama yang belum terserang," katanya.Diakui oleh Budoyo, serangan virus AI tidak hanya menyerang eternakan-peternakan ayam petelor dan pedaging saja, tetapi sudah ada yang menyerang ke unggas peliharaan seperti ayam buras dan itik. "Ini yang kita perlu waspadai," katanya.Berdasarkan hasil laporan dinas pertanian katanya, jumlah ayam ras yang terserang mencapai 6 ribu ekor. Sedang untuk ayam buras dan itik sekitar 322 dan 30 ekor. "Itik-itik yang sudah terserang di antaranya terjadi di Kecamatan Sanden Desa Srigading," katanya.Dia menegaskan, meski sudah positif terjangkit AI, pihaknya tidak akan melakukan pemusnahan massal seperti yang disarankan. Sebab pemusnahan bisa menimbulkan gejolak masyarakat karena kerugian ekonomi.Selain itu, saat ini pihaknya tidak memiliki dana pengganti kepada warga jika dilakukan pemusnahan massal. Ganti rugi satu ekor ayam Rp 10 ribu/ekor. Padahal di Bantul saat ini terdapat 10 ribu ayam buras, 400 ribu ayam petelur dan 700 ribu ayam potong."Kita akan menunggu dana dari APBN untuk ganti rugi pemusnahan massal. Kalau itu turun baru akan kita lakukan," katanya. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads