Yusril: Bukan Istana, Hanya Pesanggrahan di Bukittinggi

Yusril: Bukan Istana, Hanya Pesanggrahan di Bukittinggi

- detikNews
Jumat, 24 Feb 2006 23:02 WIB
Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra mengaku sudah ada pembicaraan di kalangan Sesneg tentang rencana pembangunan tempat peristirahatan kepresidenan di Bukittinggi, Sumatera Barat."Baru sekedar omong-omong. Bukan istana, hanya pesanggrahan kecil saja. Dalam omongan tidak akan menjadi lebih besar dari istana di Cipanas," ujar Yusril usai Raker dengan Pansus RUU Pemerintahan Aceh, di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (24/2/2006).Meski sudah ada obrolan di kalangan Sesneg, Yusril mengakui hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi tentang rencana tersebut. Namun, Yusril mengaku jika rencana tersebut terealisasi, maka anggaran pembangunan akan diambil dari APBN."Nanti akan ada studi kelayakan. Sekarang masih dalam tahap omong-omong," tandasnya.Salah satu pertimbangan dalam memilih Bukittinggi sebagai tempat dibangunnya tempat peristirahatan karena kota tersebut dianggap memiliki nilai sejarah penting bagi bangsa ini. "Harus diingat pertimbangan bahwa Bukittinggi pernah jadi ibu kota pada waktu pemerintahan darurat RI," jelasnya.Sebagaimana diketahui, di Bukittinggi saat ini sudah ada Istana Bung Hatta, selain beberapa istana kepresidenan antara lain Istana Bogor, Istana Tampak Siring di Bali, Istana Cianjur dan Istana Pelabuhan Ratu di Sukabumi. "Tapi yang Istana Bung Hatta ini bukan dikelola oleh Sesneg, tapi oleh Pemda," paparnya.Istana-istana tersebut, tambah Yusril, tidak semuanya dibangun pada masa penjajahan Belanda. Dia mencontohkan Istana Tampak Siring di Bali yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno pada tahun 1955. "Juga istana yang di Pelabuhan Ratu," demikian Yusril. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads