Round-Up

Pembelaan dan Sindiran soal Kerumunan di Kunjungan Jokowi

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 05:48 WIB
Jokowi Maumere
Kerumunan di kunjungan Presiden Jokowi (dok. 20detik)

Politisi PKS

PKS menilai penyelenggaraan kegiatan kunjungan Presiden Jokowi yang menyebabkan kerumunan di Maumere harus dievaluasi. Anggota Komisi Kesehatan DPR RI ini menilai sepatutnya Jokowi memberi cerminan kepada warga meski sudah divaksinasi. Kurniasih pun mengingatkan soal pesan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kalau memang benar video tersebut, harusnya menjadi bahan evaluasi. Kepala negara harus menjadi contoh bagi rakyat. Sudah bagus Pak Presiden menjadi contoh dalam hal vaksin, harusnya menjadi contoh juga dalam disiplin protkes," kata Ketua DPP PKS Kurniasih Mufidayati kepada wartawan.

"Kan pesan WHO, dan pemerintah, walau sudah vaksin, tetap harus disiplin prokes. Lebih menjaga acara-acara Presiden dan semua pejabat publik sesuai kebijakan prokes. Kan Presiden juga harus dijaga kesehatannya dari potensi penularan COVID-19," tmbah dia.

Analisi Pakar Gestur


Ada beberapa hal, menurut pakar gestur Handoko Gani, yang menunjukan ketidaksengajaan Presiden Jokowi membuat kerumunan. Handoko mengamati gestur Presiden Jokowi dari video yang beredar luas.

"Kerumunan ini jelas tidak disengaja. Hal itu nampak jelas dari gestur Jokowi yang menepuk mulutnya sebagai isyarat untuk menggunakan masker," kata pakar gestur Handoko Gani kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Handoko Gani menjelaskan dia adalah satu-satunya instruktur ahli deteksi kebohongan dari dunia sipil yang memiliki gelar diploma di bidangnya serta terotorisasi dalam penggunaan alat Layerd Voice Analysis (LVA). Handoko mengungkap alasan mengapa aksi Jokowi bisa ditafsirkan sebagai bukan pencitraan.

"Mengenai pelemparan paket, saya menginterpretasi ini sebagai salah satu upaya Jokowi untuk membubarkan kerumunan. Spot tempat dan momen tidaklah direncanakan sebelumnya. Ini keterpaksaan," ungkapnya.

Handoko mengatakan Presiden Jokowi dapat disebut sengaja menciptakan kerumunan jika terlihat bagi-bagi barang yang memang telah disediakan, semisal goodie bag. Namun dalam kerumunan di Maumere, Sikka kemarin, Handoko menyebut hal tersebut tak nampak.

"Karena yang dilempar bukanlah barang yang sudah dipersiapkan, seperti Goodie Bag 'paket sembako' atau sejenisn

Halaman

(aud/aik)