Mabes Polri: Warga Papua Terpeleset, Bukan Ditembak
Jumat, 24 Feb 2006 17:36 WIB
Jakarta - Dugaan penembakan 3 warga sipil di Mil 72-24 Tembagapura, Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, dipatahkan Mabes Polri. Penembakan hanya isu belaka. Oh ya?"Penembakan itu hanya isu yang dilontarkan oleh warga di sana. Yang ada itu mereka jatuh terpeleset karena tempat pembuangan limbah itu ada di jurangJadi tidak ada penembakan," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam.Hal ini disampaikan dia di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2006).Menurut Anton, sampai saat ini telah dilakukan pembicaraan dengan masyarakat setempat, dan sudah ada titik temu antara kedua belah pihak yang berseteru."Dari 500 orang yang melakukan demonstrasi tersebut, sekarang tinggal 200 orang. Kita terus melakukan pendekatan dengan kepala suku yang ada di sana," ujarnya.Sampai saat ini, lanjut Anton, PT Freeport Indonesia di lokasi tersebut belum bisa beroperasi karena jalur pintu masuk ke Freeport yang diblokir warga masih terus berlangsung.Sebelumnya diberitakan, insiden penembakan di Tembagapura berawal dari aksi pelarangan dari petugas keamanan Freeport dan aparat keamanan terhadap pendulangan emas secara liar yang dilakukan masyarakat di dalam kawasan eksploitasi tambang milik perusahaan AS itu.Saat petugas keamanan melakukan negosiasi dengan mereka, tiba-tiba ada pendulang emas yang melempari petugas dengan batu, sehingga dua petugas keamanan itu luka-luka. Menghadapi aksi itu, aparat keamanan lalu melepaskan tembakan sehingga tiga pendulang yang merupakan warga sipil luka berat.Jadi, ditembak atau terpeleset?
(aan/)











































