Pemerintah Didesak Ambil Alih Pulau Bidadari
Jumat, 24 Feb 2006 16:22 WIB
Kupang - Pemerintah didesak mengambil-alih Pulau Bidadari di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusat Tenggara Timur (NTT) yang saat ini dikuasai oleh seorang pria warga negara Inggris Lewan Dosky.Desakan disampaikan oleh Ketua Fraksi DPRD NTT John Umbu Deta saat dihubungi detikcom, Jumat (24/2/2006).Selain itu, TNI AL diharapkan mengawasi seluruh pulau yang sudah bernama maupun belum ada nama di NTT. "Di NTT ada 566 pulau besar dan kecil, dan sebagian besar belum berpenghuni dan belum punya nama," kata John Umbu.Dia meminta agar pulau itu dikembalikan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan tetap menjaga agar tidak mempengaruhi arus wisata yang berkunjung ke NTT.Pesan ini disampaikan karena wilayah Pulau Bidadari berdekatan dengan Labuan Bajo, yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata. Lokasinya bersebelahan dengan Pulau Komodo.Dia juga mengharapkan masalah ini bisa diselesaikan dengan baik, dan pihak-pihak yang bertangung jawab bersikap lebih selektif terhadap orang asing, khususnya dalam memberikan izin usaha. Lewan Dosky mengaku telah membeli Pulau Bidadari seluas 3 kali lapangan sepakbola itu dari seorang warga lokal bernama Haji Machmud dengan harga Rp 495 juta. Dia menguasi pulau tersebut sejak lama. Warga dilarang mendekat pulau itu kecuali orang asing. Dia juga sempat melarang aparat keamanan memasuki kawasan pulau untuk menancapkan bendera Merah Putih.
(jon/)











































