Raker DPR-Sudi Dinilai Sandiwara

Raker DPR-Sudi Dinilai Sandiwara

- detikNews
Jumat, 24 Feb 2006 14:34 WIB
Jakarta - Panggung sandiwara Sudigate. Begitulah suasana rapat kerja (raker) antara Komisi II DPR dengan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. DPR juga terkesan ingin mengakhiri persoalan Sudigate, bukan menyelesaikannya.Penilaian itu disampaikan Koordinator Gerakan Kaum Muda (GKM) Ray Rangkuti saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (24/2/2006)."Anggota dewan tidak mengangkat substansi persoalan. Mereka berkeinginan buru-buru mengakhiri persoalan," cetus Ray.Pada Kamis kemarin 23 Februari, GKM yang merupakan kelompok alumni aktivis 1998 ini menemui Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif untuk meminta dilakukannya hak angket atas permasalahan Sudigate.Namun saat raker, tidak terlihat adanya anggota DPR yang berusaha mengetahui lebih mendalam kasus tersebut. Bahkan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan terkesan dangkal."Tidak ada yang ngejar kenapa sebelumnya Sudi mengaku telah membuat surat itu, tapi tiba-tiba menyatakan itu palsu. Inkonsistensi Sudi kelihatan. Ini bukti kalau rapat kemarin sekadar sandiwara," ujar Ray.Dia berpendapat, kasus Sudi jangan dilihat hanya dari satu sisi saja. Tapi persoalan ini kelanjutan dari kasus-kasus sebelumnya. Seperti datangnya 3 debitor BLBI ke Istana dan isu Jaguar. "Ini satu rangkaian, maka sudah layak dilakukan hak angket," ujarnya.Permainan sandiwara ini juga dinilai sengaja dilakukan oleh lawan-lawan politik SBY. Kasus Sudi dinilai untuk menggertak kelompok SBY oleh lawan-lawan politiknya."Jadi ini sekadar untuk bikin keder saja, untuk sekadar menjatuhkan wibawa, makanya kemarin DPR sudah merasa cukup," imbuh Ray.Ray juga menilai ada kelompok-kelompok yang mengambil keuntungan dari terpojoknya Sudi dan Presiden SBY.Mengenai adanya kelompok yang mengambil keuntungan dari kasus ini, anggota Komisi I DPR dari FKB AS Hikam mengatakan hal tersebut wajar."Namanya politik, selalu ada yang ambil keuntungan. Tapi apa sih untungnya? Karena bangsa ini justru akan semakin terpuruk, karena kondisi tidak pernah stabil," ujar Hikam yang ditemui wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.Sudigate mencuat setelah surat dari Sudi ke Menlu Hassan Wirajuda beredar. Isinya tentang renovasi gedung KBRI di Seoul, Korsel, yang sekaligus merekomendasikan PT Sun Hoo Engineering. (zal/)


Berita Terkait