Penembak WNI di Timor Leste Petugas Patroli Berinisial M

Penembak WNI di Timor Leste Petugas Patroli Berinisial M

- detikNews
Jumat, 24 Feb 2006 13:57 WIB
Jakarta - Tim investigasi RI dan Timor Leste menetapkan tersangka berinisial M terkait penembakan 3 WNI di Timor Leste. Dia adalah petugas patroli perbatasan."Sudah ditemukan siapa tersangkanya. Inisialnya M. Dia adalah petugas patroli perbatasan dari Timor Leste," kata Juru Bicara Deplu Yuri Thamrin di Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2006).Dijelaskan dia, tim investigasi yang dibentuk RI dan Timor Leste telah menyelesaikan laporan final.Laporan tersebut meliputi siapa saja korbannya, evaluasi hasil forensik, dan mewawancarai saksi yang berpotensi sebagai tersangka dan mengidentifikasi tersangka.Selain itu, lanjut Yuri, tim memastikan di mana lokasi kejadian dan apa saja sebabnya.Menurut Yuri, tim investigasi merekomendasikan beberapa cara untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama, menindaklanjuti kasus tersebut ke jalur hukum.Kedua, memperkuat mekanisme khusus kerjasama kedua negara agar semakin kokoh terkait exercive force agar bisa dihindari.Ketiga, merekomendasikan adanya MoU pengaturan tentang koordinasi dan kerjasama antara RI dan Timor Leste agar masalah itu tidak terjadi."Draf MoU tersbut sudah diselesaikan dan disampaikan ke Timor Leste, dan sekarang Indonesia sedang menunggu tanggapan," ujarnya.Lebih lanjut Yuri menyatakan, investigasi juga menemukan sebab insiden, yaitu kurangnya pemahaman dari sisi korban maupun saksi, sehingga terjadi illegal border crossing. Kemudian berujung pada penembakan."Untuk itu tim akan mempercepat joint socialitation, sehingga publik kedua perbatasan memiliki kesadaran tinggi mengenai perbatasan negara," cetusnya.Penembakan terhadap 3 WNI di Perbatasan Timor Leste terjadi pada 26 Januari. Tiga WNI yang tewas akibat penembakan yang dilakukan polisi perbatasan Timor Leste itu adalah Candido Mariano, Estanislau Maubere, dan Jose Mausorte. Untuk mengusut kasus itu, RI dan Timor Leste membentuk tim investigasi. (aan/)


Berita Terkait