Plot Kudeta Digagalkan, Arroyo Umumkan Keadaan Darurat

Plot Kudeta Digagalkan, Arroyo Umumkan Keadaan Darurat

- detikNews
Jumat, 24 Feb 2006 12:35 WIB
Jakarta - Presiden Filipina Gloria Arroyo mengumumkan negara dalam keadaan darurat. Pengumuman ini disampaikan setelah penangkapan perwira tinggi militer atas dugaan plot kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Arroyo.Arroyo mengumumkan status darurat negara tersebut dalam pidatonya di stasiun televisi. Dikatakan Arroyo, upaya kudeta baru saja digagalkan dan publik diminta untuk tetap tenang. Pemimpin Filipina itu juga meminta dukungan publik."Pemerintah telah menghancurkan aksi ilegal ini," ujar Arroyo seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (24/2/2006). "Sebagai panglima tertinggi, saya mengendalikan situasi," tegas perempuan mungil itu.Militer Filipina telah menahan seorang brigadir jenderal dan dua perwira tinggi lainnya karena dituduh merencanakan kudeta terhadap Arroyo. Delapan orang lainnya yang diduga terlibat dalam plot itu tengah dikejar aparat polisi. Menyusul terungkapnya plot kudeta ini, Kepolisian Manila mengeluarkan larangan aksi unjuk rasa. Para personel polisi anti huru-hara ditempatkan di titik-titik strategis di sekitar Manila."Demo jalanan tidak diizinkan hari ini untuk mencegah pelanggaran perdamaian," ujar Kepala Kepolisian Metropolitan Manila Vidal Querol. "Semua aksi di jalanan yang mengarah ke kemarahan dan bersifat memecah akan dihentikan dan orang-orang yang terlibat disarankan untuk pulang," imbuhnya.Meski begitu, kubu oposisi tidak menghiraukan larangan tersebut. Kelompok-kelompok oposisi merencanakan aksi protes besar pada Jumat ini. Dalam demo itu, mereka akan menyerukan Arroyo untuk mengundurkan diri.Arroyo selamat dari pemberontakan militer oleh sekitar 200 prajurit di Manila pada Juli 2003 lalu. Namun sejak itu posisinya terus melemah secara politik akibat tuduhan kecurangan dalam pemilihan presiden Mei 2004 lalu. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads