Pemerintah-Freeport-Masyarakat Diminta Dialog
Jumat, 24 Feb 2006 12:10 WIB
Jakarta - Insiden di Freeport mengundang beberapa anggota dewan sumbang saran. Pemerintah dan jajaran direksi Freeport harus berdialog dengan masyarakat lokal di Tembagapura, Timika, Papua, untuk mencari titik temu.Usulan ini disampaikan Anggota Komisi I DPR FPKS Untung Wahono dan AnggotaKomisi I DPR FPDIP Sidharto Danusubroto kepada detikcom di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (24/2/2006)."Ini harus segera diatasi. Masyarakat melakukan itu karena mereka merasa tidak ada keadilan. Keuntungan dari tanah leluhurnya lebih banyak dibawa ke AS dan Jakarta," kata Untung.Menurut dia, pemerintah harus melakukan perundingan dengan Freeport dan penduduk lokal untuk membicarakan solusi terbaik, karena seharusnya rakyat setempat harus menikmati kekayaan alamnya. "Ini harus menjadi pelajaran."Bagaimana mengenai penyerangan kantor Freeport di Plasa 89? "Karena ini kasus politik, harus diselesaikan secara politik, agar tidak menimbulkan gelombang protes lebih besar," cetusnya.Hal senada disampaikan Sidharto. Menurutnya, keamanan merupakan faktor penting dalam dunia investasi. "Karenanya kasus ini harus segera diselesaikan. Jika tidak, citra Indonesia di mata internasioal akan terpuruk karena tidak bisa melindungi investasi di Indonesia," urai Sidharto.Dikatakan dia, harus dirundingkan ulang dan diakomodasi tuntutan dari masyarakat. "Masalahnya apa, jangan sampai masyarakat mendapatkan limbah dari kekayaan alam yang dimiliki. Jadi harus dialog, jangan diselesaikan dengan kekuatan bersenjata," pesan Sidharto.Insiden penembakan di Tembagapura berawal dari aksi pelarangan dari petugas keamanan PT Freeport Indonesia dan aparat keamanan terhadap pendulangan emas secara liar yang dilakukan masyarakat di dalam kawasan eksploitasi tambang milik perusahaan AS itu.Saat petugas keamanan melakukan negosiasi dengan mereka, tiba-tiba ada pendulang emas yang melempari petugas dengan batu, sehingga dua petugas keamanan itu luka-luka. Menghadapi aksi itu, aparat keamanan lalu melepaskan tembakan sehingga tiga pendulang yang merupakan warga sipil luka berat.
(aan/)











































