DIB Bantah Ongkosi Monorel
Sutiyoso Tuding Omnico Sebar Isu
Jumat, 24 Feb 2006 00:28 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menuding PT Omnico menyebarkan isu bantahan pengucuran dana monorel sebesar US$ 500 juta oleh Dubai Islamic Bank (DIB). PT Omnico adalah perusahaan yang menawarkan teknologi Maglev untuk monorel. "Itu ada nuansa persaingan bisnis, ada yang mau memaksakan sebuah teknologi," ujar Gubenur DKI Jakarta Sutiyoso di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (22/22006).Dia menduga hal itu dilakukan PT Omnico karena mereka menginginkan teknologi Maglevnya dipakai untuk monorel. Penolakan teknologi Maglev karena teknologi itu tidak cocok diterapkan di dalam kota Jakarta, mengingat kecepatannya sangat tinggi yaitu 300 kilometer per jam."Teknologi maglev itu cocok diterapkan untuk perjalanan Jakarta-Bandung atau Jakarta-Surabaya. Kalau di sekitar Jakarta kan tiap satu kilometer sudah ada stasiun lagi," tegas Sutiyoso.Dia mengaku was-was mendengar isu adanya bantahan DIB bahwa mereka tidak pernah mengucurkan dana pembangunan monorel di Jakarta. Selain itu dia juga mengaku takut bila pihak DIB tiba-tiba membatalkan perjanjian kerjasama."Itu yang kita takutkan, kecuali sudah tandatangan bulan depan," cemas Sutiyoso.Sedangkan mengenai isu pembiayaan monorel tersebut sebenarnya berasal dari sindikasi bank-bank di Dubai bukan DIB, Sutiyoso mengaku tidak mempermasalahkan hal itu. "Duit darimana juga nggak masalah, yang penting itu dari Dubai," tandasnya.
(fay/)











































