Sengketa Blok Cepu, SBY Didesak Copot Dirut Pertamina
Kamis, 23 Feb 2006 19:40 WIB
Jakarta - Dirut Pertamina Widya Purnama dinilai tidak becus menangani sengketa Blok Cepu. Akibatnya sengketa jadi berlarut-larut. Presiden SBY didesak untuk mencopotnya."Dia suka berbohong, sudah nggak bisa lagi ngurusi Blok Cepu, saya minta presiden segera memecat agar masalah ini segera selesai," ujar Anggota Komisi VII DPR dari FKB Ali Mudhori dalam konferensi pers di DPR RI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (23/02/2006). Mudhori meminta Widya memegang janjinya yang disampaikan dalam raker dengan Komisi VII. Saat itu Widya megatakan akan mengundurkan diri jika Pertamina tidak ditunjuk sebagai operator Blok Cepu. Menurut Mudhori, Wapres Jusuf Kalla saat meninjau lokasi Blok Cepu pada Minggu 18 Februari lalu, juga menegaskan pemerintah menolak Pertamina menjadi operator Blok Cepu. Alasannya, keuangan Pertamina tidak memungkinkan untuk mengoperasikannya."Lebih baik Widya mengundurkan diri secara gentleman sebagaimana pernyataannya, Presiden akan melanggar aturan jika tetap mempertahankan dia," tambah Ali Mudhori. Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi VII dari FKB Ali Mubarok mengingatkan agar pemerintah segera memutuskan operator Blok Cepu. Jika terus terjadi tarik ulur antara Exxon Mobile dan Pertamina, pemerintah akan dirugikan milyaran rupiah per hari."Yang penting harus segera beroperasi, apakah oleh Exxon Mobile atau Pertamina," kata Ali Mubarok. Menurut Ali, perkiraan produksi Blok Cepu ditaksir bisa mencapai 110.000 barel per hari. Oleh karena itu, pengelolaan dan eksplorasi Blok Cepu membutuhkan dana sekitar US$ 2,6 miliar.
(fay/)











































