PBNU Gelar Konferensi Internasional Narkoba
Kamis, 23 Feb 2006 17:54 WIB
Jakarta - Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan suatu kejahatan internasional dan menimbulkan dampak multidimensional. Tidak hanya berdampak pada peningkatan kasus ketergantungan obat tetapi juga berdampak pada meningkatnya jumlah kasus penyakit fisik seperti HIV/ AIDS maupun hepatitis. Karena itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Colombo Plan akan mengadakan International Conference of Faith Based Organisations/Islamic Scholars on Drug Policies and Strategies pada tanggal 27 Februari - 1 Maret 2006. "Konferensi internasional itu merupakan salah satu upaya berkontribusi memberikan masukan dalam menekan dan menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," ujar salah satu ketua PBNU yang sekaligus ketua panitia konferensi internasional, Rozy Munir, di Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakrta, Kamis (23/2/2006). Rencananya kegiatan itu akan dilangsung di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta. Sekitar 200 orang akan berpartisipasi dalam acara tersebut. 40 Orang merupakan peserta dari luar negeri yang antara lain berasal dari Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Malaysia dan Srilanka. Sementara 160 orang lainnya berasal dari PBNU, BNN, pondok pesantren, akademisi dan dari lembaga ataupun departemen terkait. "Dalam konferensi kita akan bertukar pikiran tentang peran agama, pemimpin agama dan pesantren dalam mengurangi penyalahgunaan narkoba. Kita juga akan merancang strategi kebijakan bersama penanganan narkoba di tingkat nasinal, regional dan internasional," papar Rozy. Pembicara yang hadir dalam acara tersebut berasal dari Indonesia dan luar negeri, seperti Said Agil Siraj, Dadang Hawari, M Zafar Rasoul dan Khlaid Jaffrey.
(nrl/)











































