Ancaman Bom Datang Saat Wapres Terima Pontjo Sutowo

Ancaman Bom Datang Saat Wapres Terima Pontjo Sutowo

- detikNews
Kamis, 23 Feb 2006 17:21 WIB
Jakarta - Ancaman bom di Kantor Wapres Jusuf Kalla, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, datang saat Kalla tengah menerima tamu. Tamu tersebut adalah Pontjo Sutowo.Pontjo datang sebagai Ketua Pasar Wisata Indonesia 2006. Pertemuan Pontjo-Kalla dimulai pukul 13.30 WIB, Kamis (23/2/2006). Setengah jam kemudian, Pontjo keluar. Wartawan berusaha mendekatinya untuk minta keterangan.Saat itu wartawan seliwar-seliwer mencoba mendekati Pontjo, bos Hotel Hilton. Uniknya, Paspampres yang jumlahnya cukup banyak di situ diam saja. Biasanya, pasukan pengamanan itu melarang wartawan "jalan-jalan" seenaknya. Tapi Pontjo yang juga tercatat sebagai tersangka HGB Hotel Hilton ini ternyata balik ke dalam lagi dan menemui Kalla lagi. Wartawan pun kecele.Seorang wartawan lalu memutuskan untuk pulang lebih dulu. Ketika dia hendak mengambil motor di lahan parkir, dia melihat banyak anggota Paspampres tengah memeriksa semua mobil yang ada. Hal ini agak luar biasa, sebab biasanya pemeriksaan dilakukan saat kendaraan hendak masuk saja.Wartawan tersebut lantas memberitahu rekan wartawan lainnya karena melihat sesuatu yang lain. Akhirnya wartawan bertanya pada petugas Pasmpamres, ada apa gerangan kok penampakan siang itu terasa berbeda.Tapi petugas Paspampres menyebut tidak ada apa-apa. Sementara itu, tampak juga terparkir kendaraan besar Paspampres yang biasanya tidak tampak.Pemeriksaan ketat seperti itu biasanya dilakukan kalau ada ancaman atau keadaan berbahaya tertentu. Akhirnya wartawan berusaha mencari tahu pada pegawai Setwapres. Namun para pegawai tak tahu menahu. Bahkan Seswapres Gembong Prijono juga tidak tahu apa-apa dan meminta wartawan bertanya pada bawahannya. Deputi Administrasi Setwapres Hendri Sulistyo akhirnya membenarkan bahwa telah terjadi ancaman bom yang diterima pada pukul 13.45 WIB lewat telepon. Penelepon bersuara lelaki itu menyatakan, bom akan meledak sejam lagi.Hendri menuturkan, adalah tugas pasukan pengamanan bila ada ancaman tertentu bagaimana membuat suasana tidak menjadi panik. Karena standar operasi seperti itu, bisa dimaklumi bila kemudian penyisiran Paspampres itu dilakukan "diam-diam", jangan sampai menarik perhatian. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads