2 Pemain Asingnya Jadi Jurkam Pilkada, PSIS Minta Maaf
Kamis, 23 Feb 2006 16:41 WIB
Semarang - Setelah diprotes sejumlah pihak, PSIS Semarang akhirnya minta maaf. Mereka mengaku salah telah 'menerjunkan' dua pemain asingnya dalam kampanye pilkada di Demak.Permintaan maaf itu disampaikan secara tertulis dan ditujukan ke Kantor Imigrasi Semarang. Surat bernomor 41/PSIS/II/2006 itu ditandatangani Manajer PSIS Yoyok Sukawi."Hari ini, kami terima suratnya. Jadi saya pikir, mereka (PSIS) sudah menyadari kesalahannya," kata Kadiv Imigrasi Depkum dan HAM Jateng Suparba W Amiarsa ketika ditemui di kantornya, Jl. DR Cipto Semarang, Kamis (23/2/2006).Dua pemain asing yang ikut hadir di kampanya pasangan cabup/cawabup Endang Setyaningdyah-Nurul Huda adalah striker Emmanuel Matias de Porras dan gelandang Gustav Hernan Ortis. Di atas panggung di Lapangan Mranggen, Demak, Senin (20/2/2006) lalu, mereka sempat melontarkan kalimat ajakan memilih cabup/cawabup.Secara normatif, menurut Suparba, dua pemain itu memang menyalahi aturan. Sebab, kedatangan mereka ke Indonesia adalah untuk bekerja sebagai pemain sepak bola."Izin keimigrasian mereka dikeluarkan pusat. Jelas, mereka datang ke sini dalam rangka sepak bola. Bukan hal lain. Apalagi politik," kata Suparba.Suparba mengaku tidak bisa berbuat lebih dalam kasus tersebut. Hari ini, pihaknya hanya mengundang kedua pemain itu dan PSIS ke Kantor Imigrasi untuk klarifkasi. Dan, ternyata kedua pemain itu tidak tahu apa-apa."Bahasa Indonesia mereka kurang bagus. Mereka hanya diajak (ikut kampanye) saja. Mungkin pasangan cabup/cawabup hanya memanfaatkan popularitas mereka," ungkapnya.Sekedar diketahui, Manajer PSIS Semarang Yoyok Sukawi yang dikabarkan mengajak kedua pemain asal Argentina itu adalah anak dari cabup Endang Setyaningdyah. Sebagai anak, kemungkinan besar, ia ingin ikut menyukseskan ibunya terpilih kembali sebagai bupati.
(asy/)











































