Aktivis Pro Demokrasi Kecewa Tim Ad Hoc Komnas HAM Lamban
Kamis, 23 Feb 2006 16:17 WIB
Jakarta -
Bukan sekali dua kali korban dan keluarga korban penculikan aktivis pro demokrasi melontarkan kekecewaannya dengan Tim Ad Hoc Komnas HAM. Kali ini mereka menyampaikan hal yang sama, kesal dan kecewa atas lambannya kerja tim itu."Padahal tim ini kan harusnya selesai pada Juni 2006 mendatang, tapi sampai bulan ini kok belum ada pemanggilan satu pun kepada yang diduga menculik," kata salah satu korban, Mugiono dalam pertemuan dengan Komnas di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta, Kamis (23/2/2006).Mugiono ditemani ibu dari dua aktivis yang diculik dan dua orang Kontras.Hal ini membuat Mugiono bertanya-tanya. Padahal keterangan dari sejumlah saksi sudah dihimpun tim ini. "Apa dari keterangan saksi-saksi yang dikumpulkan selama ini belum cukup," katanya.Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Tim Ad Hoc, Martono, mengatakan, sebenarnya program kerja tim sudah diagendakan dengan baik. Diakui Martono, sampai saat ini memang agendanya masih pada tahap I, yaitu pengumpulan dan mendengarkan kesaksian dari korban, keluarga dan teman-teman korban.Dan mulai Maret 2006 nanti, tim akan mulai mengunjungi lokasi-lokasi yang menurut keterangan korban pernah dijadikan tempat penahanan."Kita mungkin akan mengunjungi Mabes Polri di mana kata teman-teman dulu pernah ditahan di sana, atau mungkin Polda Metro Jaya," katanya.Soal ini, Mugiono menambahkan, harusnya Komnas meminta dukungan politik dari presiden atau DPR agar kasus ini dapat selesai dengan baik dan cepat."Komnas HAM harus menagih janji Presiden SBY untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM, baik di masa lalu atau sekarang," katanya.Menanggapi hal itu, Martono mengatakan, Komnas HAM sebetulnya sudah mengirimkan surat kepada Presiden SBY dan TNI. Isinya kira-kira memohon dan mengabarkan kepada mereka bahwa Tim Ad Hoc Komnas HAM sedang melakukan penyelidikan kasus penculikan aktivis pro demokrasi dan minta diberi perhatian karena ini adalah amanat UU.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































