Perampokan Terbesar, Polisi Inggris Buru Penjahat Bersenjata

Perampokan Terbesar, Polisi Inggris Buru Penjahat Bersenjata

- detikNews
Kamis, 23 Feb 2006 15:49 WIB
Jakarta - Kepolisian Inggris melancarkan operasi perburuan untuk menangkap sekelompok pria bersenjata yang menyamar menjadi polisi dan merampok sedikitnya 25 juta pounds atau sekitar Rp 406 miliar.Namun ada laporan yang menyebutkan bahwa dana yang dirampok bisa mencapai 40 juta pounds (sekitar Rp 650 miliar). Jika ini benar, maka itu merupakan aksi perampokan terbesar dalam sejarah Inggris.Dalam aksinya, perampok sempat menculik seorang manager beserta istri dan putranya. Menurut kepolisian Inggris, gerombolan penjahat itu sangat canggih dan telah merencanakan aksinya secara detail. Demikian seperti diberitakan AFP, Kamis (23/2/2006).Perampokan menghebohkan ini terjadi di sebuah depot uang milik Securitas, perusahaan keamanan terbesar di dunia. Depot tersebut terletak di Tonbridge, 40 km sebelah tenggara London.Kendaraan yang dinaiki manager depot Securitas dihentikan oleh seorang perampok yang menyamar sebagai polisi pada Selasa (21/2/2006) malam lalu. Manajer itu kemudian dibawa ke mobil penjahat dan diborgol.Dengan todongan senjata, pria itu diancam untuk membantu mereka masuk ke depot. Jika tidak, nyawa istri dan anaknya akan melayang. Sementara dua perampok lain yang menyamar sebagai polisi, menculik istri dan putranya dari rumah mereka.Enam orang lainnya, beberapa di antaranya bersenjata pistol, kemudian mengancam sekitar 15 staf di depot Securitas, perusahaan ternama asal Swedia yang menyediakan petugas keamanan, sistem alarm dan jasa transportasi uang tunai.Kawanan penjahat itu akhirnya berhasil mengeruk uang curian mereka yang melimpah dan kabur dengan sukses. Para staf dan manajer beserta keluarganya tidak dilukai.Kepolisian Inggris menyatakan, komplotan itu sangat terorganisir. "Mereka bukan amatiran. Ini jelas-jelas perampokan yang direncanakan secara detail selama beberapa waktu," ujar seorang pejabat kepolisian.Berita mengenai perampokan ini ramai menghiasi halaman depan media-media cetak di Inggris pada Kamis ini. (ita/)


Berita Terkait