Jakarta Bangun Subway Pada 2008
Kamis, 23 Feb 2006 15:40 WIB
Jakarta - Bergembiralah warga Jakarta. Transportasi publik di ibukota akan makin lengkap. Setelah busway dan monorel, Pemprov DKI bersiap membangun kereta api bawah tanah alias subway. Pembangunan ditargetkan mulai Maret 2008. Rencana pembangunan subway tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzie Bowo, usai rapat tentang subway dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (23/2/2006). Menurut Fauzi, dana pembangunan subway, selain dari APBD DKI Jakarta juga akan didukung Japan Bank for International Cooperation. MoU antara JBIC dengan pemerintah pusat direncanakan pada April depan. "Kita optimistis loan agrement untuk tahap pertama pembangunan subway akan sesuai jadwal, yakni pada April 2006," kata Fauzie. Rencananya, dari kucuran JBIC tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan mendapatkan bagian dana untuk pembangunan subway sebesar 58 persen. Sementara sisanya yang 42 persen dipegang pemerintah pusat. Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang mensosialisasikan pembebasan lahan untuk subway. Pemprov menganggarkan Rp 126,2 miliar untuk pembebasan lahan tersebut. Dana itu akan diambilkan dari APBD Pemprov Jakarta tahun 2006.Pembangunan subway tahap pertama akan melalui Lebakbulus, Blok M, Setiabudi dan Dukuh Atas. Jalur subway tahap pertama panjangnya 14,3 km, kecepatannya 32 km per jam dengan waktu tempuh 26 menit.Subway bisa mengangkut penumpang sebanyak 400 ribu orang per hari. Subway tahap I ini mempunyai 2 stasiun pemberhentian. Pertama stasiun layang yang terdiri dari 8 stasiun yaitu stasiun Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja dan Senayan.Kedua, stasiun pemberhentian bawah tanah meliputi stasiun Istora Senayan, Benhil, Setiabudi dan Dukuh Atas.
(iy/)











































