Gubernur Sumbar: Bukan Istana Presiden, tapi Pesanggrahan 3x3 M

Gubernur Sumbar: Bukan Istana Presiden, tapi Pesanggrahan 3x3 M

- detikNews
Kamis, 23 Feb 2006 14:38 WIB
Padang - Istana Kepresidenan akan dibangun di Sumatera Barat (Sumbar)? O...itu isu. Yang benar, yang akan dibangun bukanlah istana, tapi pesanggrahan (tempat peristirahatan). Luas bangunannya juga kecil, 3x3 meter. Biaya yang dibutuhkan cuma Rp 10-15 juta. Inilah pengakuan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengenai munculnya isu akan dibangunnya Istana Kepresidenan di wilayahnya. "Itu rumor dan terlalu berlebihan. Yang akan dibangun bukan istana, tapi pesanggrahan," kata Gamawan saat dihubungi detikcom, Kamis (23/2/2006). Menurut Gamawan, pesanggrahan 3x3 meter itu akan dibangun di kawasan wisata Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumbar. Tujuan pembangunan ini hanyalah semata-mata untuk menguatkan citra Bukittinggingi sebagai kota wisata. "Pesanggrahan itu nanti juga terbuka untuk publik. Jadi, saya kira masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan," ungkap dia. Yang mengherankan, meski dana yang dibutuhkan hanya Rp 10-15 juta, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar akan meminta dana kepada Presiden. "Memang kita tidak mengalokasikan dana dari APBD Sumbar, melainkan meminta bantuan Presiden," ungkap peraih Hatta Award dalam bidang pemberantasan korupsi ini. Bila memang pembangunan pesanggrahan ini terealisasi, menurut Gamawan, masyarakat umum bisa menggunakannya. "Mungkin bisa digunakan warga untuk menulis-nulis puisi sambil menikmati keindahan Ngarai Sianok," ujar dia. Gamawan lantas menceritakan tentang asal muasal tercetus ide pembangunan pesanggrahan ini. "Ide ini tercetus saat Presiden SBY berkunjung ke Bukittingi selama empat hari beberapa waktu lalu," ungkap dia. Pada kesempatan itu, pihaknya bercerita kepada SBY bahwa unggulan Sumbar adalah bidang pariwisata. Nah, Gamawan saat itu mengajak Presiden SBY mengunjungi sejumlah objek wisata di Bukittinggi. "Ketika kami berada di Ngarai Sianok, saya mengusulkan Presiden membangun pesanggrahan dan langsung disetujui Presiden," jelas Gamawan. Saat itu, Presiden SBY meminta kepadanya untuk membuat rancangannya dan mempresentasikannya ke Jakarta.Dalam imipian Gamawan, pesanggrahan ini nanti akan berdinding kaca. "Dengan dinding kaca, maka orang-orang yang masuk ke pesanggrahan ini bisa bebas memandang dari berbagai sisi keindahan Ngarai Sianok," kata dia. Gamawan mengaku heran atas munculnya isu bahwa di Sumbar akan dibangun istana. "Kalau pun ada niat membangun istana di Ngarai Sianok, lahannya di mana. Tidak ada lahan untuk membuat istana di sana," tegas dia. Ditanya mengenai isu bahwa Pemprov Sumbar juga akan memperluas Istana Bung Hatta di Bukittinggi, Gamawan juga meluruskannya. "Itu bukan perluasan, tapi perawatan berkala dan penataan ruangan yang ada. Jadi, tidak ada perluasan," bantah dia. Sementara itu, Direktur LBH Padang Alvon Kurnia Palma tidak setuju bila memang Pemprov berniat membangun Istana Kepresidenan di Sumbar. "Kalau membangun istana ya tidak tepat, karena memakan biaya besar. Apalagi Indonesia terus dikejar-kejar IMF untuk melunasi utang," kata Alvon. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads