Hikam Minta Sudi Dinonaktifkan

Hikam Minta Sudi Dinonaktifkan

- detikNews
Kamis, 23 Feb 2006 14:34 WIB
Jakarta - Desakan penyelidikan terhadap Seskab Sudi Silalahi makin kencang. Anggota Komisi I DPR AS Hikam meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menonaktifkan Sudi agar penyelidikan kasus ini segera terungkap."Karena kalau tidak, akan terjadi upaya mengorbankan anak buah. Sehingga substansi persoalan tidak tercapai, tetapi kebohongan-kebohongan publik terus terjadi," cetus Hikam saat ditemui detikcom di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2006).Menurut politisi PKB ini, jika Sudi tetap berada di posisinya sekarang ini, dia bisa memaksa anak buahnya untuk mengaku atau dengan cara yang lain. "Untuk itu dia harus dinonaktifkan," kata Hikam.Mantan Menristek ini menilai, Sudi telah melakukan kebohongan-kebohongan beruntun. Yang pertama, pernyataan surat tersebut katebelece. Kebohongan kedua, surat tersebut dibuat anak buahnya. Ketiga, perbedaan statemen antara Menko Polhukam, Menlu dan Seskab. Empat, memasukkan Sudi ke dalam tim investigasi. "Ada kebohongan yang semakin hari semakin bertambah. Buat apa bentuk tim investigasi, kalau yang di dalamnya ada yang diinvestigasi. Ini bodoh namanya," ujar Hikam.Karena isu ini sudah menjadi konsumsi publik, Hikam meminta kasus Sudi diungkap tuntas. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Karenanya Hikam meminta DPR, Polri dan masyarakat terus memantau agar ending kasus ini tidak mengorbankan seseorang, tetapi membuka fakta yang ada."Kalau sekarang ini terbongkar kebohongan, jangan-jangan ada bohong-bohong yang lain. Seperti isu mobil Jaguar, impor beras, BLBI, nanti apa lagi," ujar Hikam.Hikam menilai sistem seperti ini sangat berbahaya bagi ketatanegaraan di Indonesia. Karena jika disuguhi parade kebohongan terus-menerus, akan menimbulkan kegundahan di masyarakat, akibat hancurnya kredibilitas pemerintah SBY dan Sudi itu sendiri."Kalau Sudi tidak mau jujur dan begini terus, Sudi akan terjerat dengan dirinya sendiri, karena tidak konsisten. Pertama Sudi mengakui surat itu, kemudian cari kambing hitam, yakni anak buahnya," tandasnya. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads