Kasus Sudi Bisa Saja Skenario Jatuhkan Presiden
Kamis, 23 Feb 2006 13:25 WIB
Jakarta -
Skandal kasus surat Seskab Sudi Silalahi ke Menlu terkait rencana pembangunan gedung KBRI Korsel di Seoul seakan menjadi bola liar. Ada dugaan, target kasus ini menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Para politisi langsung menyambar kasus ini untuk ditindaklanjuti. Ketua DPR Agung Laksono sejak awal langsung menyatakan Komisi II akan memanggil Seskab Sudi Silalahi.Kelompok lain mengadukan kasus Sudi ke KPK karena dinilai mengandung unsur KKN. Sudi pun kelimpungan. Ia sibuk menjelaskan hal ikhwal surat tersebut meski penjelasannya tidak konsisten. Pengakuan Sudi paling akhir, surat tersebut dipalsukan stafnya. Padahal, penjelasan Sudi sebelumnya tidak demikian. Ia mengakui kedua surat itu memang sengaja dibuatnya. Penjelasan Sudi yang berubah-ubah layak dipertanyakan. Apakah Sudi mencium gelagat politiking di balik kasus ini.Pengamat hukum tata negara dari UGM Denny Indrayana menilai jika surat itu terbukti benar, maka Sudi bisa dikategorikan melakukan kebohongan publik. Kalau Sudi berbohong, bukan hanya dirinya yang kena getah.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun bisa kena impeachment karena indikasi korupsi yang kuat bila surat itu benar. "Jadi ini serius untuk ditindaklanjuti," ujar Denny saat dihubungi detikcom, Kamis (23/2/2006).Pernyatan senada juga disampaikan Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno. Politikus gaek PDIP ini mencurigai adanya upaya menjatuhkan Presiden SBY. "Mungkin saja ada upaya menjatuhkan, Kalau SBY ingin selamat, cepat-cepat diselesaikan," kata pria yang akrab disapa Mbah Tardjo ini.Kecurigaan adanya skenario menjatuhkan presiden juga diungkapkan oleh Direktur Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Jusuf Rizal. Hasil investigasi Lira di lapangan, pihaknya menemukan gerakan yang mengarah ke gerakan politik menjatuhkan pemerintahan SBY. "Gerakan ini menginginkan pemerintahan SBY tidak sampai 2009," kata Jusuf Rizal.Langkah-langkah mengarah ke penjatuhan pemerintah, lanjut Jusuf Rizal, diawali dengan pengungkapan isu kenaikan harga BBM, demo-demo terkait kenaikan tarif dasar listrik (TDL), pembentukan pansus beras, munculnya isu jaguar, 3 debitor BLBI masuk istana, dan terakhir, rekomendasi surat Seskab ke Menlu."Tidak hanya untuk menjatuhkan citra pemerintahan SBY, tetapi sudah mengarah untuk menjatuhkannya. Target mereka sebelum tahun 2009 harus sudah turun," tandasnya.Benarkah targetnya menjatuhkan Presiden SBY? Lalu siapa yang diuntungkan oleh gerakan ini. Kita lihat saja perkembanganya!
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































