Buruh Maspion Demo Lagi, Jalan ke Bandara Juanda Diblokir
Kamis, 23 Feb 2006 13:13 WIB
Surabaya -
Ribuan pekerja PT Maspion unit I hingga unit V kembali turun jalan, Kamis (23/2/2006). Lagi-lagi sasaran mereka kantor DPRD Jatim, Jl Indrapura, Surabaya. Mereka kecewa karena tuntutan memberlakukan upah minimum kabupaten/kota (UMK) revisi tidak digubris manajemen perusahaan.Padahal, Disnaker Jatim sudah memberikan teguran pada manajemen melalui surat Nomor 566/0696/112.06/2006 tertanggal 22 Pebruari 2006 yang ditanda tangani Wakil Kepala Disnaker Muh Bahrudin.Kedatangan ribuan pekerja Maspiton ke kantor wakil rakyat hari ini untuk mendesak Komisi E yang diketuai Saleh Ismail Mukadar guna memanggil bos PT aspion Group, Alim Markus. Gelombang massa pertama yang datang adalah massa dari PT Maspion unit IV yang berlokasi di perbatasan Gresik-Surabaya dan Maspion unit V di Manyar, Gresik. Kemudian disusul massa dari Maspion unit I hingga unit III Sidoarjo. Konvoi buruh ini menyebabkan jalan sepanjang menuju gedung DPRD terganggu. Jalur yang paling mengalami kemacetan terparah adalah jalur Bundaran Waru. Konvoi sepeda motor panjangnya mencapai 1 km.Buruh yang tidak mempunyai kendaraan terpaksa jalan kaki hingga Bundaran Waru. Kemudian di depan Graha Pangeran BNI mereka diangkut truk-truk yang disiapkan oleh polisi. Akibatnya, jalur Buduran-Bundaran Waru, arus lalu lintas merambat. Pertigaan Aloha menuju Bandar Udara Juanda juga diblokir massa. Hal ini menganggu calon penumpang pesawat udara yang hendak menuju Bandara Juanda.Hingga pukul 12.00 WIB, ribuan buruh masih berkumpul. Semula mereka tidak diperbolehkan masuk ke halaman gedung DPRD, namun oleh polisi akhirnya diperkenankan masuk. Setelah itu, lalu lintas Jalan Indrapura lancar kembali.
(nrl/)










































