PMI dan Bulan Sabit Merah Bantu Korban Longsor di Sulut

PMI dan Bulan Sabit Merah Bantu Korban Longsor di Sulut

- detikNews
Kamis, 23 Feb 2006 06:15 WIB
Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) siap membantu korban banjir dan longsor di Manado, Sulawesi Utara. Tenaga medis dan peralatan kesehatan pun telah disiapkan."Akibat banjir dan longsor yang terjadi di beberapa titik di kota Manado, masyarakat dan pihak lainnya sangat antusias ingin membantu tugas kita di lapangan," kata Mercy Rampengan, Sekretaris PMI Daerah Sulut dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (23/2/2006).Beberapa tenaga medis yang tergabung dalam Perdoksi Sulut (Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Sulawesi Utara) turut terjun ke lokasi bencana untuk membantu tim kesehatan PMI. Sebanyak 16 dokter spesialis melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada para pengungsi di Posko Bantuan PMI, daerah Ranowangko, Kabupaten Minahasa, Selasa 21 Februari 2006."81 pasien telah diperiksa dan sebagian besar dari mereka terkena penyakit kulit," kata Melki, relawan PMI. Untuk evakuasi korban, PMI Daerah Sulut menyediakan 1 unit mobil ambulans yang disiagakan selama 24 jam. Selain itu PMI juga telah membuka pelayanan dapur umum di kota Manado dan Kabupaten Minahasa. Sebelumnya PMI Daerah Sulut telah membantu memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor dengan membuka jalur darat yang sempat terputus di beberapa daerah dan membuat jembatan sementara di Kabupaten Minahasa Selatan. Untuk mendukung kegiatan penanganan bencana di Sulut, PMI Pusat mengirimkan stafnya untuk melakukan supervisi dan monitoring bencana. PMI Pusat juga menyalurkan bantuan darurat berupa kantung jenazah, obat-obatan darurat untuk 1000 jiwa, family kit dan terpal, masing-masing 500 buah. Menurut rencana, Kamis 923/2/2006) ini, Ketua Umum PMI, Marie Muhammad, akan mengunjungi lokasi banjir dan longsor di kota Manado.Sementara itu Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) telah membuka posko kesehatan gratis di Kecamatan Tumiting, Kel Mahauw, Manado. Tim medis BSMI terdiri dari lima dokter segera diterjunkan untuk membantu korban tanah longsor dan banjir yang menerjang Manado, mereka datang dengan membawa sejumlah peralatan medis dan bantuan obat-obatan.Banjir setinggi lima meter dari permukaan tanah telah menerjang 17 kelurahan di Manado. Lima lokasi banjir yang paling terasa dampaknya diantaranya adalah di kelurahan Mahauw, Tanjung, Argentina, Komoluar, dan Banjer. Sedangkan longsor telah menimbun lima wilayah yaitu di kelurahan Paal dua, Kombos, Baelang, Taas, dan Sospol. 17 kelurahan ini berada di lima kecamatan yaitu Kecamatan Tuminting, Singkil, Tikala, Menang dan Bunaken."Korban meninggal yang terdata hingga hari ini sejumlah 22 orang. Hujan deras saat ini telah usai, pengungsi yang tadinya hiruk pikuk sekarang sudah mulai tenang dan kembali ke rumahnya masing-masing. Sedangkan para korban yang telah kehilangan rumah dan hartanya pulang ke rumah sanak keluarganya untuk berlindung," ujar Humas BSMI Manado, Abu Ahmad.Tim medis BSMI yang terdiri dari 5 orang ini diketuai oleh dr. Ishaq. Ishaq menambahkan bahwa hingga saat ini, BSMI mampu menangani 300 pasien dalam seharinya. "Penyakit yang menyerang para warga adalah diare, gatal-gatal, trauma, sedangkan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) menempati urutan paling banyak jumlah penderitanya. Kini, Para warga di 5 kecamatan di Manado yang terkena bencana ini sangat membutuhkan bantuan obat-obatan dan makanan," ungkapnya. (ddn/)


Berita Terkait