SBY Minta Menterinya Jelaskan Soal Freeport
Rabu, 22 Feb 2006 23:56 WIB
Jakarta - Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) meminta agar jajaran terkait menjelaskan pada masyarakat mengenai kasus kerusuhan yang menjadi alasan penghentian semua kegiatan di tambang PT Freeport Indonesia (FI). "Koordinasikan dengan Menko Polhukam, Panglima TNI, dan Kapolri untuk diketahui apa yang terjadi," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sore ini di IstanaMerdeka, Jakarta.Permintaan SBY di atas merupakan tanggapan setelah mendengar laporan Menteri EDSM tentang keputusan FI menutup sementara tambangnya di Grasberg, Jaya Wijaya,Papua, per hari ini. Purnomo sendiri baru mendengar kabar penutupan pagi tadi.Ia sendiri menilai penutupan itu merupakan hal yang wajar. Sudah merupakan prosedur standar bila terjadi blokade oleh massa di jalur menuju lokasi operasitambang. Menajemen FI tentunya mempertimbangkan masak-masak keputusan sebesar itu."Itukan ada SOP-nya kapan dia tutup. Tidak sembarangan tutup. Karena kalau di tutup ada lost revenue dan lost pendapatan nasional," imbuh Purnomo yang mengaku belum tahu sampai kapan tambang FI dibuka kembali. Keputusan mendadak FI dipicu blokade massa di lokasi tambang menyusul kerusuhan yang meledak sehari sebelumnya di sana. Para penambang liar yang menolak meninggalkan lokasi saluran pembuangan produksi FI, terlibat bentrok dengan Polisi dan karyawan FI.Sebenarnya sejak 1993 warga setempat melakukan aktifitas penambangan tradisonal (peti) di sana. Namun belakangan FI melarang kegiatannya hingga terjadiperlawanan. Puncaknya adalah kerusuhan kemarin yang menyebabkan tiga orang karyawan dan satu polisi cedera.
(ddn/)











































