Tolak Pemusnahan, Pemilik Unggas Diminta Pindah dari Jakarta
Rabu, 22 Feb 2006 19:38 WIB
Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso akan 'mengusir' warganya yang menolak pemusnahan unggas jika terbukti tertular virus flu burung."Saya suruh pindah aja dari Jakarta," kata Sutiyoso menanggapi kemungkinan adanya penolakan pemusnahan unggas yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Sutiyoso mengatakan hal itu usai rapat kerja dengan Pansus RUU Pelayaran di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2006).Disinggung soal ganti rugi Rp 10.000 per ekor, Sutiyoso justru enggan berkomentar banyak. Yang jelas, kata dia, angka itu sudah standar."Kalau soal harga tanya ke pemerintah pusat. Jangan tanya saya, karena bukan aku yang buat kebijakan. Harga Rp 10.000 sudah standar. Kalau dikasih lebih goncang yang lain," ujarnya.Sutiyoso kembali mengungkapan bahwa secara serentak sweeping unggas door to door akan dimulai pada Jumat 24 Februari."Jumat akan dilakukan pengecekan door to door , kena virus atau nggak. Kalau ada kita musnahkan dan kita ganti. Yang diprioritaskan daerah yang terjangkiti virus. Semua rumah akan dimasuki sampai kita yakin karena virus ini mematikan. Kita harus sadar bahwa itu untuk kepentingan bersama karena kalau tidak puas ngomong saja sama pemerintah," kata dia.
(san/)










































