Kapolri: Isi Surat Sudi Berubah, Tidak Sesuai Aslinya

Kapolri: Isi Surat Sudi Berubah, Tidak Sesuai Aslinya

- detikNews
Rabu, 22 Feb 2006 17:59 WIB
Jakarta - Menyusul laporan Seskab Sudi Silalahi ke Mabes Polri terkait surat Seskab ke Menlu yang diduga dipalsukan stafnya, tim penyidik Bareskrim Mabes Polri segera memeriksa Seskab Sudi Silalahi. Namun, pemeriksaan terhadap Sudi tak seperti kasus-kasus biasa yang dipanggil ke Mabes Polri untuk dimintai keterangan. Sudi mendapat perlakuan khusus, polisi yang justru mendatangi Sudi di kompleks Istana kepresidenan. "Ini karena kesibukan Pak Sudi sehingga penyidik yang mendatangi beliau," kata Kapolri Jenderal Pol Sutanto kepada wartawan di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (22/2/2006). Berikut hasil wawancara wartawan dengan Kapolri Jenderal Sutanto:Apa yg dilaporkan Pak Sudi ke Polri?Ada di staf saya. Laporan ini perlu untuk melihat siapa kira-kira yang berbuat. Ini dalam penyelidikan penyidik.Laporan Pak Sudi menyebut nama yang diduga pelaku pemalsuan?Setelah penyidikan di lapangan baru bisa jelas.Yang dipalsukan tanda tangan atau materi surat?Isinya sudah berubah. Tidak seperti yang semula disampaikan Pak Sudi. Yang jelas konsepnya berubah dari waktu saat diajukan Pak sudi.Kapan Pak Sudi akan dimintai keterangan?Sudah tadi. Tim sudah mendengarkan keterangan dari Pak Sudi.Jadi tadi Pak Sudi ke Mabes Polri?Tidak karena kesibukan Pak Sudi terima tamu-tamunya maka untuk mempercepat, tim yang ke sini. Karena kalau dipanggil kan lama, nunggu 3 hari. Kita ingin cepat bisa ketahuan siapa pelakunya di balik ini.Kan kejadiannya tahun lalu, kenapa baru sekarang dilaporkan? Kan aneh. Karena surat ini tidak ada kewajiban dari tindakan Pak Sudi. Semua surat kan masuk ke Seskab. Lalu dilanjutkan ke departemen terkait atau instansi berwenang untuk tangani. Dalam hal ini ke Deplu.Kepolisian bentuk tim khusus untuk kasus ini?Kebetulan kita sudah punya direktorat untuk tangani masalah ini.Yang dilaporkan masuk kategori penyimpangan dokumen negara atau nama baik?Tentu pemalsuan dan nama baik Pak Sudi. Nanti ada lagi yang akan kita korek dari keterangan saksi.Saksi dari mana saja?Sementara ini dari staf Seskab dan Deplu. Saya tidak tahu berapa. Kan bukan saya penyidiknya. (jon/)


Berita Terkait