Pentolan FPI Habib Rizieq Jenguk Ustad Matsuni

Pentolan FPI Habib Rizieq Jenguk Ustad Matsuni

- detikNews
Rabu, 22 Feb 2006 16:37 WIB
Jakarta - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menjenguk anak buahnya, Ustad Matsuni, yang ditahan karena melakukan pengrusakan Kedutaan Besar AS.Rizieq yang mengenakan baju kebesarannya warna putih lengkap dengan sorban ini didampingi istri Matsuni Mega Widyastuti dan putrinya."Saya tidak dipanggil. Kita datang dalam rangka menanyakan kepada penyelidik jumlah laskar yang ditahan, berapa yang menjadi tersangka, dan apa pasalnya. Kita ingin tahu semua," kata Rizieq di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/2/2006).Rizieq meminta Polda Metro Jaya untuk melakukan pemeriksaan sesuai prosedur. "Kita dukung kerja Kapolda dan kami mengucapkan terima kasih karena memperlakukan aktivis dengan baik," ujarnya.Mengenai 3 aktivis FPI yang masih diburu, menurut Rizieq, FPI akan kooperatif. "Siapa-siapa aktivis FPI yang dicari kepolisian, silakan memberikan data, nama, dan foto, nanti kami membantu bagaimana menghadirkannya," kata Rizieq."Apabila pengurus FPI yang terlibat, akan kita hadirkan, dan FPI akan kooperatif. Tetapi apa betul dia anggota atau simpatisan, karena sulit melacaknya, apa dia penyusup, kita kan tidak tahu," lanjutnya.Rizieq mengaku sulit memahami insiden pengrusakan terjadi. "Dari pagi sampai siang aksi damai, tenang dan tertib dan beberapa ustad ikut orasi dan tausiyah. Namun entah mengapa di penghujung utara ada insiden. Saya sesalkan Polres Jakarta Pusat berspekulasi pendemo 1.000 orang dijaga 20 polisi, sehingga ada kelonggaran penyusup mudah memanfaatkan momen dan provokasi," urai Rizieq.Kondisi Matsuni BaikMega, istri Ustad Matsuni memastikan kondisi suaminya dalam keadaan baik. "Tadi pagi saya masih kontak. Beliau keadaannya baik. Bapak datang sendiri ke Polda, bukan ditangkap," kata Mega dengan nada sedih.Pertemuan yang berlangsung pukul 13.45 WIB ini akhirnya berakhir pukul 15.40 WIB. Imam Laskar Pembela Islam (LPI) Ustad Matsuni ditahan karena bertanggung jawab atas insiden penyerbuan Kedubes AS yang terjadi pada Minggu 19 Februari. Penyerbuan tersebut merupakan inisiatif dari LPI yang merupakan organisasi independen dalam struktur FPI. (aan/)


Berita Terkait