PDIP Sayangkan PAN Recall Djoko
Rabu, 22 Feb 2006 15:57 WIB
Jakarta - Recall terhadap anggota DPR akan mengembalikan suasana reformasi ke zaman Orde Baru. Maka itu, tindakan DPP Partai Amanat Nasional (PAN) yang me-recall Djoko Edhi Abdurrahman dikecam anggota DPR dari FPDIP Permadi."Djoko Edhi itu kan dipilih langsung oleh rakyat, bukan oleh partai. Kalau main recall, namanya demokrasi partai," cetus Permadi kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2006).DPP PAN lewat voting, pukul 03.00 WIB tadi pagi memutuskan me-recall Djoko dari DPR dan menonaktifkannya dari kepengurusan partai. Djoko dinyatakan bersalah karena menyatakan akan melontarkan isu judi saat ikut kunjungan ke Mesir.Menurut Permadi, recall terhadap Djoko akan menjadi preseden buruk bagi pengembangan demokrasi di Indonesia. Recall akan mengancam setiap orang yang berani berbicara berbeda dengan pimpinan partai.Sementara Ketua DPR Agung Laksono menilai recall merupakan hak partai. Namun ia berharap recall tidak hanya didasarkan atas pernyataan Djoko."Kami harapkan hal itu tidak akan terjadi. Tapi itu merupakan kewenangan penuh dari partai yang pasti punya alasan tertentu, bukan karena statemen. Mungkin karena akumulasi dari persoalan-persoalan selama ini," kata Agung.Sebagai Ketua DPR, Agung mengaku belum menerima surat permintaan recall terhadap Djoko. Namun sesuai UU, jika ada surat pengajuan recall akan segera ditindaklanjuti oleh pimpinan kepada KPU. "Saya belum menerima surat, belum dapat laporan tertulis," kata Agung.Menurut Agung, recall anggota DPR saat ini memang diatur dalam UU, sehingga memberikan kewenangan bagi partai untuk melakukannya. "Itu bukan memberangus demokrasi, tapi karena ada aturannya," ujarnya.Sedangkan beberapa anggota FPAN enggan berkomentar mengenai recall Djoko. Mereka ngeles agar persoalan itu ditanyakan langsung ke DPP. "Jangan tanya saya, tanya DPP saja, saya tidak ikut," kata Drajat Wibowo.
(iy/)











































