Nginep di FKUI, Korban SUTET Diusir Satpam
Rabu, 22 Feb 2006 11:16 WIB
Jakarta - Tanpa tedeng aling-aling, 10 satpam mencabuti poster dan mendorong gerobak korban saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Tiga peserta mogok makan dan jahit mulut pun terkejut dan panik saat mereka digusur dari FKUI.Selain mencabut puluhan poster yang berisi tuntutan korban SUTET, satpam juga merobohkan tenda korban SUTET. Suasana yang semula tenang pun menjadi ricuh."Mau dibawa kemana Pak. Pak, dialog dulu dong, jangan asal mindahin saja," protes koordinator aksi Mustar Bona Ventura dengan nada tinggi.Aksi penggusuran paksa ini terjadi pada pukul 10.20 WIB, di Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2006)."Maaf ini aturan dari rektor," kata Suyanto, koordinator satpam.Menurut Suyanto, pemindahan ini merupakan perintah dari pembina rektorat FKUI. "Kalau mau ketemu pakai surat resmi, jangan asal masuk," ujarnya.Wajah Kuswiyanto, Sugeng Wahyudi dan Didit Widiantoro, peserta mogok makan dan jahit mulut tampak pasrah dan panik. Mereka menurut saja saat singgasananya didorong ke atas trotoar di luar halaman FKUI.Tidak puas atas aksi penggusuran paksa ini, Mustar pun langsung menggelar orasi. "Kita tetap meminta klarifikasi terbuka dari rektor UI untuk menyampaikan bahwa Dr Corry sudah pensiun dan mencabut semua pernyataan di berbagai media massa yang menyatakan hidup di bawah SUTET aman bagi manusia dan tidak mengatasnamakan FKUI," urainya.Mustar menegaskan aksi pendudukan FKUI tetap digelar sampai ada klarifikasi dari sang rektor.Belasan korban SUTET sebelumnya mendatangi kampus UI dan menggelar aksi demo pada Selasa kemarin 21 Februari. Mereka menuntut penjelasan Dr Corry di berbagai media massa yang menyatakan, radiasi SUTET tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.Mereka juga mendesak Rektor UI membuat pernyataan tertulis sebagai klarifikasi dan minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya korban SUTET atas pernyataan Dr Corry selaku guru besar FKUI.
(aan/)











































