Anggota DPRD Dumai Dituding Perkosa Pembantu
Rabu, 22 Feb 2006 00:21 WIB
Pekanbaru - Kasus pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) tidak saja terjadi pada tenaga kerja wanita (TKW) yang ada di luar negeri. Tapi kasus pelecehan seksual ini juga terjadi di kota Dumai-Riau. Diduga pelakunya seorang anggota DPRD setempat. Weleh-weleh..Informasi yang dihimpun detikcom, Selasa (21/02/2006), warga kota Dumai terpusat 200 km arah utara dari Pekanbaru dihebohkan kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan seorang anggota dewan bernama Nurjaman dari Fraksi PAN. Korban pelecehan seksual itu tidak lain, adalah Azizah pembantu rumah tangganya sendiri. Pelecehan seksual diduga dilakukan Nurjaman di rumahnya.Kabarnya, pelecehan sesksual ini terjadi pada awal bulan ini. Mendapat perlakukan yang tidak senonoh, PRT yang usianya masih kepala dua ini melaporkan ke pihak Polres Dumai.Kendati kasus ini sudah menjadi perbincangan hangat warga kota Dumai ditepian Selat Malaka itu, namun tidak terekpos di sejumlah media lokal. Kendati korban pelecehan seksual ini sudah melapor ke pihak kepolisian, hingga kini persoalan itu tidak jelas juntrungnya.Mengaku Sudah BerdamaiSaat dihubungi terpisah, anggota DPRD Dumai Nurjaman, yang dituding pelaku pelecehan seksual terhadap pembantunya mengaku sudah melakukan upaya damai kekeluargaan."Masalah ini hanya dipolitisir lawan-lawan politik saya saja. Persoalan ini sengaja dibesar-besarkan untuk menghancurkan politik saya. Tapi, masalah ini sudah kita selesaikan secara kekeluargaan," kata Nurjaman saat dihubungi detikcom, Selasa (21/02/2006). Nurjaman dari Fraksi PAN ini, menjelaskan, memang pembantu rumah tanganya-bernama Azizah- sempat melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual pada pihak kepolisian. Tapi Nurjaman mengaku tidak mengetahui apa isi laporan tersebut."Tapi saya yakin, laporan itu sengaja dikompori pihak-pihak lain. Sudahlah. ini hanya masalah kecil yang dibesar-besarkan serta bernuasan politis," kilah Nurjaman.Ketika ditanya kapan persisnya peristiwa pelecehan seksual itu terjadi, lag-lagi Nurjaman tidak bersedia memberikan keterangan. Dia selalu beralasan, masalah tersebut lebih kental nuansa politisnya.Dia juga menjelaskan, atas laporan itu, secara pribadi dia merasa sudah tercemarkan namanya oleh pembantunya. Karena itu dia melakukan upaya gugatan pencemaran nama baik."Karena ini termasuk pencemaran nama baik, saya berencana melakukan upaya gugatan balik. Tapi begitu saya akan menggugat balik, pihak keluarga PRT, meminta upaya damai. Akhirnya laporan kepolisi itu mereka cabut kembali," terang Nurjaman.
(ary/)











































