15 Tewas Banjir dan Tanah Longsor di Manado

15 Tewas Banjir dan Tanah Longsor di Manado

- detikNews
Selasa, 21 Feb 2006 21:32 WIB
Manado - Hujan deras yang mengguyur Manado, Sulawesi Utara dua hari terakhir mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Sedikitnya 15 warga diperkirakan tewas.Sampai Rabu (21/2/2006) malam pukul 21.00 Wita, korban tewas akibat tanah longsor di Kota Manado mencapai 15 orang. Selain itu, hujan yang menguyur kota ini sejak Senin (20/2/2006) malam hingga Selasa sore telah mengakibatkan putusnya sejumlah jembatan dan kota tergenang air."Dari 17 korban tewas, 7 korban berasal dari Kelurahan Pal Dua, 6 kelurahanRanomut dan 2 orang dari Kelurahan Bailang," kata Komandan Satkorlak kotaManado, Sulawesi Utara, Sukardi, Selasa (21/2/2006)Dari 9 kecamatan yang ada di Manado, 7 kecamatan dilanda banjir dan longsor. Kecamatan yang terkena musibah ini antara lain Kecamatan Tuminting, Tikala,Singkil, Wanea dan Bunaken. Kawasan yang paling parah terkena banjir adalah kawasan Kecamatan Tikala dan Tuminting, genangan air di kedua kecamatan ini mencapai 2 meter."Penduduk di dua kecamatan itu terpaksa diungsikan ke sekolah-sekolah, gereja, masjid dan kantor lurah yang berada di sekitar daerah itu," kata SukardiBanjir dan hujan deras selama dua hari ini juga mengakibatkan Jembatan Ranowangko yang menghubungkan Sulawesi Utara dengan Gorontalo putus.Demikian juga jembatan Kairagi yang menghubungkan Kota Manado denganBitung nyaris roboh akibat banjir ini. Tak dapat dipungkiri, jika jembatan Kairagi ini putus maka distribusi BBM dan pangan yang biasanya berasal dari Bitung akan putus. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads