Panglima: IMET Tak Dikte TNI

Panglima: IMET Tak Dikte TNI

- detikNews
Selasa, 21 Feb 2006 20:39 WIB
Jakarta - Rencana dilaksanakannya kembali program bantuan International Military Education Training (IMET) langsung mendapat tanggapan. Panglima TNI Djoko Suyanto menegaskan program itu bukan untuk mendikte posisi TNI. "Tapi untuk keterbukaan dan pengetahuan tentang HAM," ujar Djoko di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (21/2/2006). Pernyataan itu ia sampaikan pada usai mendampingi Presiden Susilo B Yudhoyono (SBY) menerima delegasi House of Democracy Assistance Commissions dari House of Representatif Arizona, Amerika Serikat yang dipimpin Congressman Jim Kolbe.Menurut Panglima, dalam pertemuan dengan SBY, para anggota Kongres menyatakan hal serupa. Mereka berkomitmen untuk meningkatkan hubungan dan memperluas cakupan materi pendidikan profesional bagi perwira militer negara-negara berkembang itu. "Mereka menilai arah reformasi TNI sudah berjalan di track yang benar meski belum sepenuhnya selesai," ungkapnya tentang alasan sikap Kongres. Sebenarnya program IMET telah berjalan sejak lama. Namun sempat tersendat dengan diberlakukannya embargo militer pada 2002. Setelah dicabutnya kebijakan itu tahun lalu, otomatis RI bisa kembali mengirimkan perwira menengah TNI untuk menimba ilmu di AS. "Hingga saat ini belum diputuskan jumlah peserta pendidikan ini. Namun diharapkan dari tahun ke tahun terus bertambah sejauh dengan kebutuhan TNI," jelas Panglima. (ary/)


Berita Terkait