PMI Kota Yogyakarta Kekurangan Stok Trombosit
Selasa, 21 Feb 2006 19:46 WIB
Yogyakarta -
Sejak Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Yogyakarta menetapkan kasus Demam Berdarah (DB) menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Yogyakarta kekurangan stok darah trombosit. Hal itu diakibatkan kebutuhan trombosit meningkat hingga 300 persen."Permintaan darah trombosit sejak awal bulan ini terus meningkat. Sementara itu, PMI Kota Yogyakarta hanya tersedia sekitar 20 kantong ukuran 30-50 cc," kata dr Titin Budiyanti, tim dokter di PMI Kota Yogyakarta saat ditemui di kantor PMI, Jl Tegalgendu, Kotagede, Selasa (21/2/2006).Menurut dia, permintaan trombosit untuk penderita DB di Kota Yogyakarta lebih dari 60 kantong per hari, sehingga beberapa permintaan dari keluarga pasien sempat tidak terlayani. Padahal, sejak awal bulan ini, pihaknya sudah berkampanye agar masyarakat berpartisipasi dengan cara mendonorkan darahnya. Meski hal itu mendapat sambutan masyarakat dengan baik, namun tetap saja masih mengalami kekurangan. Dia mengatakan stok darah trombosit harus secepatnya diberikan kepada pasien dan tidak bisa disimpanterlalu lama. Hanya saja, dari sejumlah kantor PMI yang ada di provinsi DIY, hanya PMI Kota Yogyakarta yang memiliki alat untuk mengolah darah menjadi trombosit. Pihaknya tidak bisa meminta bantuan PMI dari kota lain. "Untuk antisipasinya, yang bisa dilakukan adalah partisipasi keluarga korban. Keluarga kita harapkan mendonorkan darahnya, kemudian kita olah jadi trombosit," kata Titin. Sementara itu secara terpisah Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Chairul Anwar menambahkan Januari hingga tanggal 16 Februari 2006, jumlah penderita DB di Kota Yogyakarta sudah mencapai 87 orang, kemudian meningkat lagi menjadi 106 penderita hingga Selasa (21/2/2006). Bila dibandingkan periode yang sama tahun tahun 2005, penderita DB mengalami peningkatan 89,3 persen. Tahun 2005, jumlah pasien DB sebanyak 56 orang. "Kami juga sudah mengajukan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk menangani KLB demam berdarah di kota ini," kata dia.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































