Hak Pilih TNI 2009 Akal-akalan Elit Politik

Hak Pilih TNI 2009 Akal-akalan Elit Politik

- detikNews
Selasa, 21 Feb 2006 18:23 WIB
Jakarta - Wacana pemulihan hak pilih TNI pada Pemilu 2009 terus menuai pro dan kontra. Imparsial melihat TNI hanya dimanfaatkan elit politik."Ini lebih untuk kepentingan pertarungan aktor-aktor politik tahun 2009 daripada memberikan hak asasi kepada prajurit untuk memilih," kata Koordinator Riset Imparsial Al Araf di kantornya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (21/2/2009).Hal itu, imbuh Araf, bisa dilihat dari adanya perbedaan pendapat di tubuh TNI sendiri. Mantan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, misalnya, jelas-jelas memilih pro. Sementara mantan KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu menunjukkan sikap kontra."Kalau TNI belum bisa memahami perbedaan, hak pilih TNI 2009 bisa berbuah konflik internal," kata dia.Hak pilih TNI bisa diberikan jika sebagian besar agenda reformasi TNI telah selesai dilakukan. "Kalau Imparsial menolak hak pilih TNI pada Pemilu 2009," tandasnya.Upaya memulihkan hak pilih TNI ini dicetuskan mantan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto beberapa waktu lalu. Namun Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto mengaku masih belum menentukan sikap. Ia membutuhkan waktu dua tahun untuk mengkaji hal itu. (umi/)


Berita Terkait