Pemerintah Harus Pikirkan Usaha Korban Flu Burung
Selasa, 21 Feb 2006 17:40 WIB
Solo - Wakil Ketua DPR Bidang Kesra Zaenal Ma'arif mengimbau Pemerintah menempuh langkah-langkah komprehensif dalam melakukan depopulasi unggas. Langkah tersebut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kelangsungan hidup peternak korban flu burung.Zaenal mengatakan pemusnahan sebagian unggas yang terinfeksi flu burung memang perlu dilakukan untuk mencari akar penyebaran wabah. Namun berbagai upaya sebagai pendekatan kepada peternak harus dilakukan agar tidak timbul persoalan berikutnya."Harus diupayakan agar tidak menjadi keresahan. Ganti rugi dari pemerintah juga sudah disiapkan sebanyak Rp 50 miliar untuk langkah tersebut. Setiap kali dilakukan pemusnahan, ganti rugi sudah harus diselesaikan. Sebab akan menjadi persoalan bagi rakyat yang seolah-olah hidupnya itu tergantung ternak itu."Demikian disampaikan Zaenal Ma'arif kepada wartawan di sela-sela menghadiri seminar bertema 'Islam and The West: Cooperation or Confrontation' di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (21/2/2006).Zaenal juga mengimbau pemerintah menyelesaikan persoalan wabah flu burung secara menyeluruh tanpa menimbukan ekses yang merugikan bagi perekonomian rakyat. Pemikiran yang dibawa oleh Pemerintah dalam bekerja harus komprehensif, tidak sepotong-potong.Salah satu langkah yang dicontohkan olehnya misalnya kasus di Pasar Depok. Memang ada unggas yang harus dimusnahkan agar tidak campur-aduk dengan unggas sehat sehingga yang dikonsumsi sudah bersih dari virus tersebut."Selanjutnya juga harus ada pemikiran tentang perbaikan Pasar Depok itu. Itu penting untuk ke depannya. Karena mereka menggantungkan hidup pada usaha itu," kata Zaenal.
(nrl/)











































