Unggas di 6 Daerah di Jateng Resmi Terinfeksi Virus AI
Selasa, 21 Feb 2006 14:02 WIB
Semarang - Virus AI (Avian Influenza) masih terus mengganas. Di Jawa Tengah (Jateng), berdasarkan laporan resmi yang diterima Dinas Peternakan, sebanyak 6 daerah terinfeksi virus mematikan tersebut.Kepala Dinas Peternakan Jateng Kusumaningsih mengungkapkan, ke-6 daerah yang terinfeksi virus AI adalah Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Grobogan. Sebanyak 145 ribu unggas dilaporkan mati."Itu berdasar laporan kematian unggas. Tidak menutup kemungkinan, virus AI juga berkembang di daerah lain. Kita masih terus menunggu laporan," kata Kusumaningsih usai acara Gerakan Nasional Tumpas AI (Genta) di Desa Pagersari, Kec. Bergas, Kab. Semarang, Selasa (21/2/2006).Kusumaningsih menjelaskan, dibanding tahun-tahun sebelumnya, tingkat kematian unggas sebetulnya menurun. Ia mencontohkan, pada tahun 2005 tingkat kematian unggas mencapai 3,6 persen. Pada tahun 2006, tingkat kematian menurun hingga 0,04 persen.Untuk mengatasi penyebaran AI, Dinas Peternakan melakukan sosialisasi, penyemprotan, dan melatih vaksinator serta melakukan vaksinasi. "Kami mendapatkan 12 ribu vaksin untuk tahun ini," imbuhnya.Kusumaningsih menyatakan, untuk mengefektifkan penanganan virus AI, pihaknya memfokuskan pada peternakan kecil nonindustri. Pada sektor tersebut, peternak acap kali kurang perhatian pada kesehatan piarannya."Di sektor industri, perawatan dan pengawasannya lebih baik. Kami kira mereka sudah tahu bagaimana menangani virus AI. Namun di sektor peternak kecil, yang terjadi malah sebaliknya," paparnya.Meski demikian, Dinas Peternakan juga siap membantu jika industri peternakan merasa kesulitan mengatasi virus AI. Pihaknya telah menyiapkan dana ganti rugi Rp 10 per ekor bagi peternak yang unggasnya di musnahkan.Dalam acara Gerakan Nasional Tumpas AI itu, selain memaparkan mengenai bahaya dan cara penanggulangan virus AI, panitia juga mengambil serum ayam, penyemprotan di beberapa kandang ayam, dan makan telur dan ayam bersama. Karena diadakan di SD Pagersari, puluhan siswa berseragam putih merah ikut mewarnai acara tersebut.
(asy/)











































