Dialog Korban SUTET-FKUI Tegang
Selasa, 21 Feb 2006 13:15 WIB
Jakarta - Ketegangan sempat mewarnai dialog antar korban saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) dengan manajemen Fakultas Kedokteran UI. Ini lantaran pro kontra radiasi SUTET yang dinyatakan tidak berbahaya.Salah seorang pengajar FKUI Dr Corry pernah membuat pernyataan di media massa bahwa radiasi SUTET tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.Pernyataan itulah yang kemudian membuat belasan korban SUTET mendatangi FKUI di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2006). Mereka menuntut penjelasan dan berdialog dengan Dr Corry.Dr Corry juga didesak mencabut pernyataan di media massa, dan minta maaf secara tertulis kepada korban SUTET.Mereka juga mendesak Rektor UI membuat pernyataan tertulis sebagai klarifikasi dan minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya korban SUTET atas pernyataan Dr Corry selaku guru besar FKUI.Demonstran akhirnya ditemui dua perwakilan FKUI, yaitu Manajer sekaligus Sekretaris FKUI Nyoman Suhendra serta Manajer Umum dan Fasilitas FKUI Winarsih.Namun dialog berlangsung tegang ketika membicarakan keberadaan Dr Corry. Nyoman menyebutkan ada dua Dr Corry di FKUI, yang satu sudah meninggal dunia dan satunya lagi sudah pensiun bulan Juli 2005.Koordinator aksi Mustar Bona Ventura kemudian mengatakan, yang dimaksud adalah Dr Corry Wawolumaya. Menurut Mustar, selama satu bulan terakhir Dr Corry gencar mengeluarkan pernyataan di media massa dengan mengatasnamakan UI bahwa hidup di bawah SUTET tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.Nyoman kemudian menjelaskan, Dr Corry yang dicari korban SUTET bukan lagi pengajar di kampus UI alias sudah pensiun."Kalau Dr Corry sudah pensiun, kita minta Rektor UI bertanggung jawab dan meminta maaf karena pernyataan-pernyataan yang meresahkan korban SUTET," tegas Mustar.Nyoman balas mengatakan, jika FKUI tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu dan yang bersangkutan tidak mengajar lagi. Namun begitu, Nyoman mengatakan, tuntutan korban SUTET ini nanti akan disampaikan ke pimpinan UI.Mendengar jawaban yang tidak memuaskan itu, Mustar tetap keukeuh meminta pimpinan UI menggelar konferensi pers untuk mengklarifikasi persoalan tersebut. Dia juga mengatakan agar Dr Corry jangan lagi mengatasnamakan UI dalam membuat pernyataannya.
(zal/)











































