Hindari Tarik-menarik, TNI Belum Perlu Memilih pada 2009
Selasa, 21 Feb 2006 11:37 WIB
Jakarta - Wacana penggunaan hak pilih TNI pada 2009 terus menggelinding. Sejumlah politisi mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya tarik-menarik intitusi TNI untuk kepentingan politik dan kekuasaan."Biarlah TNI tetap seperti ini. Tetap pada Saptamarga dan sumpah prajurit seperti yang disampaikan presiden SBY," kata Wakil Ketua DPR RI Soetardjo Soerjogoeritno kepada detikcom, sebelum memimpin rapat paripurna DPR, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2006).Politisi gaek dari PDIP ini khawatir jika TNI diberikan hak pilih pada 2009 akan terjadi tarik-menarik antarkelompok dan angkatan di internal TNI. Menurutnya, jika terjadi tarik-menarik semacam itu justru tidak akan menjadikan TNI semakin profesional tapi sebaliknya melemahkan TNI yang berakibat lemahnya pertahanan nasional.Soetardjo menilai jika TNI dipaksakan untuk menggunakan hak pilihnya di 2009 berarti ada upaya mengembalikan TNI seperti pada masa Orde Baru.Ditanya mengenai kapan waktu yang tepat untuk menggunakan hak pilihnya, dia enggan menjawab. "Itu dipikirkan nanti saja. Sekarang profesional saja," ujarnya.
(san/)











































