SBY Diminta Jelaskan Intel, BLBI dan Sudi ke DPR
Selasa, 21 Feb 2006 11:11 WIB
Jakarta - DPR akan mengirim surat kepada Presiden SBY meminta agar digelar rapat konsultasi. SBY akan dimintai klarifikasi mengenai kasus intel DPR, kedatangan pengemplang BLBI ke istana dan surat Seskab Sudi Silalahi.Demikian yang mengemuka dalam rapat paripurna DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2006).Anggota DPR dari FPG Yudi Krisnandi mengusulkan agar pimpinan DPR melakukan rapat konsultasi dengan Presiden SBY."Pada paripurna yang lalu, kita telah mempersoalkan pengintelan pada anggota DPR yang berujung pemecatan Dirintelkam, tetapi itu belum menyelesaikan masalah. Kedua, kita dihebohkan kedatangan para pengemplang BLBI ke istana. Ini merusak citra istana yang harus bebas dari korupsi, dan ketiga, adanya surat resmi dari Seskab kepada Departemen Luar Negeri," urainya."Ini abuse of power, karenanya saya minta agar pimpinan melakukan rapat konsultasi kepada presiden untuk mengklarifikasi hal tersebut," lanjutnya.Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno berjanji akan mengirim surat kepada Presiden SBY."Saya akan kirim surat kepada Presiden mengenai hal yang disampaikan itu. Ini penting agar tidak terjadi lagi. Terima kasih kepada Yudi," kata pria yang akrab disapa Mbah Tardjo ini.Rapat paripurna yang dibuka pukul 10.00 WIB ini dihadiri 282 dari 548 anggota DPR. Rapat mengagendakan tiga hal, yakni pengambilan keputusan RUU tentang perhitungan anggaran tahun 2003, laporan Badan Legislasi atas persetujuan DPR dengan Menteri Hukum dan HAM mengenai RUU Pemerintahan Aceh, dan pengambilan keputusan RUU tentang Peradilan Agama.Turut hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin.
(aan/)











































